detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 01 Jul 2019 12:01 WIB

Tentang Ban Belakang Soft dan Strategi Marquez di MotoGP Belanda

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Marc Marquez finis kedua di MotoGP Belanda. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta - Marc Marquez sejak awal tahu mengejar kemenangan di MotoGP Belanda akan berat. Maka dia menyusun rencana: menempel para pebalap tercepat demi mengamankan poin.

Marquez naik podium dua pada balapan MotoGP Belanda di sirkuit Assen, Minggu (30/6/2019) kemarin. Dia diapit Maverick Vinales yang jadi juara dan Fabio Quartararo yang finis ketiga.

Sejak awal rider Repsol Honda ini paham bahwa situasinya tak ideal di seri ini. Kecuali dengan ban soft, lajunya tak cukup bagus untuk bertarung di baris terdepan.




Tapi memakai ban soft jelas punya risiko tersendiri: kecepatannya akan turun seiring terkikisnya ban. Juara bertahan MotoGP itu pun memutuskan mengambil risiko memakai ban soft, semata-mata demi bisa menempel Maverick Vinales dan Fabio Quartararo yang punya kecepatan sangat bagus.

Dengan menempel dua penunggang mesin Yamaha itu, Marquez tahu bisa memecahkan diri dari kerumunan pebalap lain di belakang termasuk rivalnya di persaingan gelar, Andrea Dovizioso.

"Saya tahu saya tak siap untuk menang, tapi kemudian Anda perlu mengubah strategi dan melupakan soal kemenangan dan menemukan cara terbaik," ujar Marquez dikutip Crash.




"Cara terbaik buat saya adalah memilih ban belakang soft karena saya tahu untuk setidaknya 15 putaran saya bakal mampu ada di depan sana, lalu saya bisa melihat apa yang akan terjadi di akhir balapan. Tapi dengan ban hard, saya kesulitan di seluruh balapan."

"Ketika saya melihat Maverick luar biasa kencang, saya ada di sana untuk menguntitnya selama dua putaran dengan risiko besar dan saya paham situasinya. Saya bilang kemarin bahwa Quartararo 89 poin di belakang kami dan Maverick berjarak 100 poin, jadi itu adalah sesuatu yang saya pikirkan."

"Saya memilih ban soft karena strategi saya adalah untuk kabur bersama dua rider Yamaha tersebut, tapi saya tak pernah berpikir untuk memimpin balapan karena ketika memimpin Anda bakal banyak memaksa ban. Target saya dari awal adalah melaju bersama para Yamaha sampai putaran 15 dan saya tahu saya bisa menguntit mereka," imbuhnya.




Laju Marquez menurun memasuki akhir balapan, hingga finis dengan jarak 4,854 detik dari Vinales. Tapi hasil itu sudah cukup untuk mengukuhkannya di puncak klasemen kejuaraan dunia. Dia mengoleksi 160 poin, unggul 44 poin dari Dovizioso di posisi dua.

Simak Video "Marquez Ngakak Liat Messi Jadi 'Penggantinya' di Honda"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com