Rekor Doohan di Ujung Tanduk
Minggu, 16 Okt 2005 22:00 WIB
Jakarta - Mungkin takkan ada lagi torehan pembalap pembalap legendaris Michael Doohan yang tak bisa dilampaui Valentino Rossi. Rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim pun rentan terpecahkan.Keberhasilan Rossi menjuarai MotoGP Australia 2005, Minggu (16/10/2005), merupakan kemenangannya yang ke-11 di musim ini, menyamai prestasi yang ia buat di tahun 2002.Artinya, ia hanya butuh satu kemenangan lagi buat menyamai rekor umum yang masih dipegang Doohan. Pada 1997 pembalap Australia itu pernah menang 12 kali dalam satu musim.Dengan sisa dua seri lagi, yakni di Istanbul (Turki) dan Valencia (Spanyol), bukan yal aneh apabila Rossi berhasil menyamai bahkan melampaui rekor tersebut -- sesuatu yang telah diprediksi Doohan."Ia memiliki 10 tahun lagi untuk berkarir. Ia juga tidak hanya akan melampaui apa yang telah saya raih tetapi juga prestasi pembalap lain," ujar pria berusia 40 tahun itu beberapa waktu lalu.Apa yang dikatakan Doohan mengandung kebenaran karena beberapa capaiannya telah disamai atau dikalahkan Rossi. Sepanjang karirnya di level grand prix, Doohan merengkuh titel juara sebanyak lima kali di kelas 500cc. Rossi juga demikian, plus dua gelar juara di kelas 125cc dan 250cc.Untuk total kemenangan, Doohan, yang tak pernah berlaga di kelas 125cc dan 250cc, meraupnya sebanyak 54 kali. Rossi memang baru 53 di kelas primer (500cc dan MotoGP), tapi jika digabung dengan dua kelas di bawahnya, ia sudah menang dalam 79 seri. Meski begitu tetap ada beberapa rekor Doohan yang belum terkejar Rossi, di antaranya rekor pole position. Sementara seniornya itu pernah 58 kali memulai balapan dari posisi start terdepan, Rossi baru 40 kali.Tapi, sebagaimana didukung Doohan sendiri, Rossi masih punya banyak waktu untuk merajut rekor demi rekor lainnya, termasuk memburu Giacomo Agostini sebagai pembalap yang paling sering juara di kelas primer, yakni sebanyak delapan kali.Sementara itu usai memenangi balapan Australia Rossi mengaku takjub dengan capaiannya sendiri, terlebih karena ia juga telah memastikan timnya, Gauloises Yamaha, sebagai juara konstruktor."Ini musim yang luar biasa dan kami memenangi titel konstruktor buat Yamaha. Jadi, saya sungguh merasa bahagia," ujarnya setelah mengalahkan Nicky Hayden dan Carlos Checa."Sebelas kemenangan di tahun ini menyamai rekorku. Dan melakukannya di Phillip Islands begitu spesial buatku. Saya punya banyak balapan penting di sini, terutama saat meraih gelar juara 2001 dan tahun lalu. Ini memang trek magis buatku. Saya menyukainya."Foto: Siapa bisa menahan laju Rossi? (el-mundo.es) (a2s/)











































