detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 24 Jul 2019 13:54 WIB

'Marquez Tahu Tak Ada yang Bisa Menunggangi Honda Kecuali Dia'

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Marc Marquez menguasai MotoGP. (Foto: REUTERS/Annegret Hilse) Marc Marquez menguasai MotoGP. (Foto: REUTERS/Annegret Hilse)
Jakarta - Marc Marquez terus mendominasi MotoGP, sementara rider-rider Honda lainnya kesulitan. Ada situasi dilematis yang dihadapi pabrikan Jepang tersebut.

Marquez menutup paruh pertama musim MotoGP 2019 di puncak klasemen. Ia mengoleksi lima kemenangan dan tiga kali jadi runner-up dari sembilan seri yang digelar.




Dengan 185 poin yang sudah dikantongi, ia sudah unggul 58 poin dari Andrea Dovizioso dari Ducati di posisi dua klasemen kejuaraan. Dengan performanya saat ini, pebalap asal Spanyol itu berpeluang besar menjadi juara dunia MotoGP untuk kali keenam.

Tapi Honda juga bukannya tanpa persoalan. Sementara Marquez terus tampil tangguh, tak ada pebalap lain di Honda yang bisa memaksimalkan RC213V juga.

Empat pebalap lain yang menunggangi RC213V musim ini: Jorge Lorenzo, Takaaki Nakagami, Stefan Bradl, juga Cal Crutchlow tak satupun cukup kompetitif untuk juara. Crutchlow menjadi penampil terbaik setelah Marquez, dengan dua kali finis ketiga sejauh ini.




Crutchlow mengakui motor Honda saat ini sangat sulit dibelokkan dan hanya Marquez yang mampu menaklukkannya. Meski belakangan mulai menguji sasis baru dengan harapan bisa mempermudah motor untuk dibelokkan, tapi Marquez diyakini sudah puas dengan keadaan motor yang sekarang.

"Sayangnya kami perlu lebih merebahkan motor ini untuk berbelok. Tapi setiap kali saya melakukannya, motornya sliding dan saya terjatuh. Ini benar-benar bukan gaya saya," ujar Crutchlow.

"Dan inilah sebabnya Marc menggunakannya sebagai keuntungan. Pada akhirnya, dia tahu tidak ada yang bisa menunggangi motor Honda dan dia bisa. Dia tak mau ada kompetisi dan ancaman dari..."




"Tentu saja dia selalu ingin meningkatkan motor, tapi dia bahagia dengan apa yang dia punya. Karena dia paling cepat di atas motor itu dan paling kompetitif dengannya."

"Marc adalah sosok spesial, talenta yang unik, dan pebalap terbaik di dunia. Kita semua tahu itu. Dan cuma karena dia bisa menunggangi motor itu, tidak berarti semua orang lainnya bisa," imbuhnya seperti dilansir Crash.

Sebagai catatan, Marquez adalah satu-satunya pebalap di delapan teratas klasemen MotoGP 2019. Crutchlow yang sudah dua kali finis ketiga, baru berada di posisi sembilan dengan 67 poin.

Simak Video "Video Marquez Menggila di MotoGP Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com