detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 22 Des 2019 14:06 WIB

Suzuki & Aprilia Dukung Akhir Pekan MotoGP Dipadatkan

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Akhir pekan MotoGP diusulkan untuk dipadatkan menjadi dua hari. (Foto: Robert Cianflone / Getty Images) Akhir pekan MotoGP diusulkan untuk dipadatkan menjadi dua hari. (Foto: Robert Cianflone / Getty Images)
Jakarta - MotoGP mulai menggelar 20 balapan musim depan dengan prediksi akan mencapai 22 seri dalam beberapa tahun. Sejumlah tim mendukung ide pemadatan akhir pekan.

Mulai musim depan MotoGP akan menggelar 20 balapan untuk pertama kalinya. Penambahan itu menyusul masuknya MotoGP Finlandia ke dalam kalender balapan.

Dalam beberapa tahun ke depan, diperkirakan jumlah akan bertambah hingga setidaknya 22 seri. Sebab Indonesia, Brasil, dan Hongaria sudah antre menjadi tuan rumah dan kesepakatan telah terjalin, plus Portugal dan Vietnam sudah menyatakan minat untuk gabung.


Untuk mengurangi beban para pebalap dan tim-tim peserta, salah satu langkah yang telah diambil adalah mengurangi jumlah tes. Sejauh ini tes Valencia dan Qatar dibatalkan mulai musim 2021.

Manajer tim Suzuki Davide Brivio mengungkapkan langkah ini memang tak bisa dikatakan sepadan untuk masuknya seri baru. Tapi setidaknya bisa sedikit mengurangi tekanan pada para pebalap.

"Ketika ada kemungkinan untuk menggelar 20 balapan tahun depan, kami memuai sebuah diskusi di antara tim-tim untuk memikirkan soal mengurangi sesi-sesi tes," ungkapnya dikutip Crash.

"Ini cuma untuk mencoba sedikit menyeimbangkan, melakukan sesuatu untuk mengompensasi jumlah balapan. Memang bukan hal yang sama untuk membatalkan sebuah tes dan menggelar sebuah balapan, tapi setidaknya kami mencoba mengurangi tekanan besar," imbuhnya.


Satu ide lain untuk meringankan beban itu adalah memadatkan akhir pekan balapan dari tiga hari menjadi dua hari saja.

"Mungkin ide untuk mengurangi akhir pekan balapan, rasanya bisa menjadi sebuah cara. Secara personal, saya akan mempertimbangkan dan mengevaluasinya," sambung Brivio.

"Saya tak tahu apakah itu memungkinkan atau tidak, tapi rasanya itu sesuatu yang bisa kita pikirkan. Mari kita gelar 22 balapan, tapi mungkin memadatkan jadwal menjadi Sabtu dan Minggu saja. Ini bisa jadi sebuah cara, kami harus menemukan solusi," tandasnya.


Ide memadatkan akhir pekan balapan disambut positif CEO Aprilia Racing Massimo Rivola. Mantan direktur keolahragaan Ferrari di Formula 1 ini justru menyatakan sudah pernah mengusulkan hal serupa di balapan jet darat satu dekade silam.

"Ide untuk akhir pekan balapan dengan dua hari saja itu sama sekali tidak buruk. Bahkan saya sudah mengajukan itu 10 tahun lalu di F1, tapi jelas itu ditolak. Sejujurnya kita seharusnya memikirkan itu," tambahnya.

Suzuki & Aprilia Dukung Akhir Pekan MotoGP Dipadatkan




Simak Video "Hasil MotoGP Thailand: Marquez Juara Dunia 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com