detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Feb 2020 05:11 WIB

Mengapa Quartararo Mau Terima Tawaran Yamaha?

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Petronas Yamaha SRT French driver Fabio Quartararo sits in the box before a pre-season testing, at the Ricardo Tormo racetrack, in Cheste near Valencia, on November 20, 2019. (Photo by JOSE JORDAN / STR / AFP) Fabio Quartararo menjelaskan alasan di balik kesediaannya bergabung tim pabrikan Yamaha. (Foto: Jose Jordan / AFP)
Jakarta -

Yamaha bukan satu-satunya tim yang menginginkan servis Fabio Quartararo. Lantas apa yang membuat Quartararo mantap menerima tawaran tim pabrikan Jepang itu?

Rider Prancis itu dipastikan akan menggantikan posisi Valentino Rossi. Quartararo resmi menjadi pebalap Yamaha untuk musim 2021-2022, bertandem dengan Maverick Vinales.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Quartararo memang merupakan salah satu pebalap paling moncer. Di musim debutnya bersama tim satelit Petronas SRT, Quartararo yang memakai motor dengan spesifikasi yang lebih rendah dari motor pabrikan, sukses tujuh kali finis podium termasuk lima kali menjadi runner-up.

Dengan hasil sensasional itu, Quartararo diyakini menjadi incaran utama Ducati dan Suzuki. Namun, Quartararo akhirnya menerima tawaran tim Yamaha setelah mendapatkan kesempatan untuk balapan dengan motor pabrikan untuk MotoGP 2020.

"Itu adalah tanda kepercayaan yang sangat memengaruhi keputusanku untuk menerima tawaran tim pabrikan untuk 2021-2022," ucap Quartararo kepada L'Equipe dikutip Autosport. "Apakah Maverick atau aku, kupikir Yamaha percaya dengan potensi kami."

"Sejak akhir Desember aku merasa bahwa mereka (Yamaha) memiliki hasrat yang nyata untuk melanjutkan kerja sama ini. Mereka membuatku paham bahwa mereka sangat menginginkanku. Hari ini mereka membuat sebuah usaha yang besar untuk meningkatkan kemampuan motor mereka, kupikir mereka menatap masa depan."

"Kami memang memanfaatkan waktu untuk melihat seluruh tawaran yang kami terima. Kami tidak langsung bilang 'iya', tapi seperti yang kukatakan, Yamaha memperlihatkan rasa percaya mereka, terutama dengan memberiku sebuah motor pabrikan di musim ini," ungkap pebalap berusia 20 tahun ini.

"Dan Yamaha juga sebuah motor yang kukenal dan aku merasa nyaman menungganginya. Kupikir bisa bertahan dengan tim yang sama selama empat tahun juga sebuah hal positif. Yamaha adalah pilihan terbaik," simpul Quartararo.



Simak Video "3 Aksi Apik Quartararo yang Masih Jadi Pemuncak MotoGP 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com