detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 05 Feb 2020 13:37 WIB

Honda: Siapa Bilang Marquez Curang?

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Repsol Honda resmi memperkenalkan line-up pebalap untuk MotoGP 2020. Marc Marquez dan Alex Marquez diandalkan untuk melanjutkan kejayaan. Honda membantah Marc Marquez juara karena settingan (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta -

Repsol Honda membantah keras dominasi Marc Marquez karena kecurangan. Marquez bisa sesukses seperti sekarang karena kerja keras dan bantuan tim.

Adalah mantan pebalap MotoGP, Anthony West, yang mengklaim bahwa Federasi Motor Internasional (FIM) diisi orang-orang yang korup dan curang. FIM disebut mengatur Valentino Rossi agar bisa menjadi juara dunia 500cc MotoGP, sekaligus menuding Marquez sudah diatur menjadi juara Moto2 pada 2012.

"Mereka membiarkan Marc Marquez memenangkan Moto2 dengan mencurangi ECU (engine control unit) miliknya. Ketika tim Tom Luthi protes, mereka disuruh tutup mulut lantaran Spanyol butuh juara baru," kata West dikutip dari GPOne beberapa waktu lalu.

Klaim itu jelas membuat ramai dunia MotoGP karena Marquez kebetulan saat ini tengah mendominasi MotoGP sejak debutnya pada 2013. Terhitung cuma Jorge Lorenzo yang bisa menghentikan Marquez saat jadi juara di 2015 dan sisanya dikuasai pebalap Honda tersebut.

Maka wajar jika ada yang berpikir bahwa Marquez bisa sedominan saat ini karena campur tangan FIM. Hal itu yang coba detikSport tanyakan saat berbincang dengan Manajer Repsol Honda Team, Alberto Puig, di Shangri-la Hotel, Jakarta, Selasa (4/2/2020).



Puig membantah keras klaim yang tak berdasar tersebut. Menurutnya Marquez bisa seperti sekarang karena usaha keras dari si pebalap sendiri serta bantuan dari seluruh anggota tim.

Kalaupun Marquez akhirnya bisa dominan seperti sekarang, itu karena memang dia dan Honda RC213V adalah paketan yang klop sehingga sulit ditaklukkan lawan-lawannya.

"Menurut saya, komentar itu salah besar. Balapan itu untuk semua orang. Ada 22 pebalap dengan enam atau tujuh pabrikan, kami balapan dan kami bersaing satu sama lain. Jika Honda ada di atas, itu karena usaha, tidak diberikan secara gratis," ujar Puig.



"Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap komentar tersebut, saya menyatakan sepenuhnya tidak setuju. Sulit untuk mempercayai ada pebalap yang mengatakan demikian. Sebab, semua pebalap pasti tahu sulitnya meraih kemenangan," sambungnya.

Hal senada dikatakan oleh Tetsuhiro Kuwata selaku Direktur HRC. Menurutnya, dominasi Marquez saat ini wajar jika melihat usaha keras dari tim untuk membuat motor terbaik.

"Kita semua juga tahu usaha yang dilakukan Marc untuk bisa meraih kemenangan. Saya belum pernah melihat pebalap lain dengan usaha seperti Marc," paparnya.



Simak Video "Aksi Valentino Rossi Hingga Marc Marquez Main TikTok"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com