detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 04 Mar 2020 19:10 WIB

'Rival Utama Rossi Itu Egonya Sendiri'

Okdwitya Karina Sari - detikSport
DOHA, QATAR - FEBRUARY 24: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks  in box during the MotoGP Tests at Losail Circuit on February 24, 2020 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi dinilai sebaiknya pensiun saja setelah kontraknya habis di Yamaha. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Direktur LCR Oscar Haro mengatakan, bahwa rival utama Valentino Rossi adalah egonya sendiri. Menurut Haro, pebalap Yamaha itu lebih baik pensiun saja.

MotoGP 2020 memungkinkan menjadi musim terakhir juara dunia sembilan kali itu. Namun demikian, Rossi baru akan mengambil keputusan di pertengahan kejuaraan.

Hasil-hasil akan menjadi acuannya. Akan tetapi, Rossi pun masih bisa terus balapan di musim depan menyusul rumor yang menghubungkan dia dengan kepindahan ke tim satelit Yamaha, Petronas SRT.

Selain menua, tidak bisa dipungkiri performa Rossi juga menurun. Sejak juara di Assen, Belanda pada 2017 Rossi belum mampu menang lagi. Bahkan dalam dua musim terakhir, Rossi bahkan cuma tujuh kali naik podium.

Alhasil, tim pabrikan Yamaha memutuskan tidak lagi mengandalkan Rossi. The Doctor mesti rela kehilangan kursi pebalapnya yang akan ditempati Fabio Quartararo untuk bertandem dengan Maverick Vinales.

"Selama ini selalu dikatakan bahwa rival terberat seorang pebalap itu adalah rekan setimnya, tapi untuk pebalap seperti Rossi, rival utama dia adalah ego dia sendiri," ucap Haro kepada Motociclismo, sebagaimana dikutip Tuttomotoriweb.

Haro mengungkapkan bahwa Rossi tidak akan bisa menyaingi Marc Marquez. Rossi disarankan segera pensiun agar citranya tetap sempurna.

"Saya pikir dia seharusnya pensiun selagi masih di level teratas. Vale tetaplah seorang pebalap yang apabila (Marc) Marquez gagal dia bisa menjadi pemenang, tapi saya kok melihatnya itu sulit."

"Untuk saat ini, dia dalam posisi sempurna untuk pensiun. Dia akan meninggalkan kenangan indah tidak seperti (Michael) Schumacher yang citranya tercoreng setelah kembali karena hasil-hasilnya buruk. Hal terakhir yang mesti dia lakukan adalah bergabung dengan tim yang kurang penting untuk terus balapan," simpul Haro.



Simak Video "Kecewanya Rossi MotoGP Qatar Batal"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com