detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 15 Mar 2020 08:37 WIB

Gagal di Balapan Pertama, Quartararo Terpukul Sampai Harus ke Psikolog

Okdwitya Karina Sari - detikSport
DOHA, QATAR - FEBRUARY 24: Fabio Quartararo of France and Petronas Yamaha SRT   speaks with journalists during the MotoGP Tests at Losail Circuit on February 24, 2020 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Fabio Quartararo butuh bantuan psikolog untuk mendongkrak mentalnya usai gagal di balapan pertama musim lalu. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Meski menjalani musim 2019 yang sensasional, Fabio Quartararo tidak memulai dengan baik. Hasil tersebut sampai membuat Quartararo merasa sangat terpuruk.

Pebalap Petronas Yamaha SRT itu melakoni debut di kelas MotoGP pada musim lalu. Pada awalnya, penunjukkan Quartararo dipertanyakan karena si pebalap bahkan cuma finis ke-13 dan ke-10 dalam dua musim terakhirnya di Moto2.

Di balapan pertama yang digelar di Losail, Qatar Quartararo gagal menciptakan start terbaik setelah finis ke-16, di luar zona poin. Hasil tersebut membuat Quartararo down sehingga mesti menemui psikolog untuk menaikkan moralnya.

Usaha tersebut rupanya berhasil. Di sisa musim, Quartararo sukses mengemas tujuh podium termasuk lima kali finis runner-up. Quartarari pun menyabet penghargaan Rookie of the Year setelah finis kelima di klasemen akhir MotoGP, bahkan lebih baik daripada seniornya Valentino Rossi (7).

"Di musim kedua ini akan seperti sebuah trampolin. Aku ingin mengerahkan seluruh kemampuanku. Aku harus mencoba terus tenang, ini adalah satu-satunya rahasia untuk membuat otakku bekerja dalam kecepatan penuh," Quartararo mengatakan kepada GQ, yang dikutip Tuttomotoriweb.

"Tanpa adrenalin aku akan mati, itulah bahan bakarku. Tapi ketika ada terlalu banyak adrenalin, Anda justru berisiko merusak segalanya. Dari kebahagiaan aku bisa langsung sangat sedih."

"Pada balapan pertama setahun lalu aku kan punya kesempatan untuk mencetak angka, dan pada akhirnya aku gagal. Itu sangat berat untukku. Bagiku itu adalah situasi yang buruk," lanjut pebalap berusia 20 tahun itu.

"Saat itu aku harus mengubah energi negatif menjadi positif dan aku mesti meminta bantuan psikolog. Aku begitu terpukul, tapi aku mampu bangkit hampir secepat yang kubisa," Quartararo menambahkan.



Simak Video "Berkaca dari Musim Lalu, Alasan Yamaha Gaet Quartararo"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com