detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Mar 2020 15:00 WIB

MotoGP 2020 Belum Juga Bergulir, Dapur Rider Bisa Tak Ngebul

Randy Prasatya - detikSport
RIO HONDO, ARGENTINA - APRIL 19:  The MotoGP Riders start from the grid  during the MotoGP race during the MotoGp of Argentina - Race at  on April 19, 2015 in Rio Hondo, Argentina.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Rider MotoGP terancam tak gajian. (Foto: Getty Images Sport/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Balapan MotoGP 2020 masih tertunda akibat antisipasi penyebaran virus corona. Imbas penundaan, para rider terancam tak gajian. Dapur pun tak ngebul.

Sejauh ini sudah satu balapan MotoGP ditunda, sementara tiga race lainnya dimundurkan jadwalnya. Penyebaran virus corona yang masih sangat tinggi di seluruh dunia membuat Dorna Sports dan negara-negara tuan rumah mengambil kebijakan tersebut.

Ada efek yang tak baik untuk para pebalap jika MotoGP tidak kunjung bergulir. Mereka tidak bakal menerima gaji, sebab para sponsor tidak punya kewajiban mengeluarkan uang di saat balapan tak berjalan.

"Jika kejuaraan ini sampai dibatalkan, sponsor tidak diwajibkan bayar. Dan pada tahap itu, bahkan pebalap tidak akan dibayar gajinya," kata bos tim Ducati, Livio Suppo.

Tiga balapan yang mengalami penjadwalan ulang adalah MotoGP Amerika Serikat, MotoGP Thailand, dan MotoGP Argentina. Dengan kondisi seperti itu, balapan pembuka musim 2020 baru akan dilangsungkan di Jerez.

"Gaji pebalap dibagi dalam dua bagian: yang pertama terkait dengan performa di bidang olahraganya, yang lainnya adalah image right. Jika musim tidak berjalan, maka yang pertama tidak bisa dialokasikan. Tergantung dengan kesepakatan yang sudah ada, gaji pebalap bisa tersendat, seperti saat pebalap mengalami cedera," lanjut Suppo dikutip dari GPOne.



Simak Video "Tim Repsol Honda di Jakarta, Marquez: Apa Kabar Indonesia?"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com