detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 24 Mar 2020 05:25 WIB

Ketika Pensiun Nanti, Hal Ini yang Akan Sangat Dirindukan Rossi

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
DOHA, QATAR - FEBRUARY 24: Valentino Rossi of Italy and Monster Energy Yamaha MotoGP Team speaks with journalists during the MotoGP Tests at Losail Circuit on February 24, 2020 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi bicara soal hal yang bakal sangat dirindukanya saat pensiun nanti. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Di tengah masa depannya yang masih abu-abu, Valentino Rossi membicarakan hal-hal yang bakal dirindukannya. Pebalap 41 tahun itu bicara soal momen dan perasaan.

Masa depan Rossi di MotoGP dispekulasikan menyusul keputusan Yamaha mempromosikan Fabio Quartararo ke tim pabrikan per 2021 mendatang. Quartararo selanjutnya akan berduet dengan Maverick Vinales untuk dua tahun.

Nah, buat Rossi, salah satu opsi yang tersedia adalah turun ke lintasan dengan memperkuat tim satelit Yamaha, Petronas Yamah SRT. Tapi dengan usia sudah 41 tahun, bukan tidak mungkin juga ia mundur dari ajang yang membesarkan namanya tersebut.

Pria Italia itu sebelumnya menyatakan akan mempertimbangkan langkahnya setelah beberapa seri musim ini. Namun rencananya itu sedikit terganggu karena pembatalan dan penundaan balapan akibat virus corona.

Jika harus pensiun dari balapan, Rossi mengaku hal yang bakal paling dirindukannya adalah momen dan perasaan sebelum start. Ketika ia memulai 'ritual' dan juga saat gugup menantikan waktu balapan tiba.

"Biasanya sebelum start, saya berjongkok di samping motor, saya bicara dengannya, memberi tahu bahwa mulai saat itu hanya akan ada saya dan dia. Bahwa kami akan mencoba untuk mencapai podium dan bahwa dia harus membantu saya di titik-titik sulit," ungkapnya dikutip Crash.

"Dia belum pernah menjawab ucapan saya sih, tapi saya sangat meyakini itu. Kalau dia menjawab, saya tak akan terkejut."

"Ketika saya berhenti balapan, ada perasaan ini yang akan sangat saya rindukan, yakni sebelum balapan. Anda merasakan adrenalin yang begitu besasr dan hasrat untuk tampil baik, bercampur dengan rasa takut untuk melakukan kesalahan. Itu perasaan tak terlupakan," sambung Rossi.

"Banyak pebalap melakukan balapan hanya untuk intensitas dari apa yang Anda rasakan setelah putaran pemanasan sampai di grid. Tapi momen terburuknya adalah ketika Moto2 dimulai, karena Anda mulai merasa takut, Anda tahu giliran Anda segera tiba."

"Lalu ketika lampu hijau (tanda start) menyala, Anda melaju. Anda hampir merasa seperti memasuki dimensi lain," tandas pemilik sembilan gelar juara dunia tersebut.



Simak Video "Yamaha Gandeng Quartararo Temani Vinales, Rossi Terbuang"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com