detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 02 Apr 2020 01:30 WIB

Aprilia: Hukuman Iannone Tidak Masuk Akal

Okdwitya Karina Sari - detikSport
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 22: Andrea Iannone of Italy and Aprilia Racing Team Gresini  prepares to start on the grid during the MOtoGP race during the MotoGp of Aragon - Race on September 22, 2019 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Aprilia meradang dengan hukuman terhadap Andrea Iannone. (Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images)
Jakarta -

Aprilia tidak terima dengan vonis yang dijatuhkan kepada Andrea Iannone karena gagal doping. Aprillia akan mendukung Iannone sampai kasus ini dituntaskan.

Pebalap Italia itu dijatuhi hukuman oleh FIM berupa skorsing selama 18 bulan usai tesnya positif mengandung steoroid pada balapan di Malaysia tahun lalu. Skorsing itu berlaku dari 17 Desember 2019 sampai 16 Juni 2021.

Dengan demikian, Iannone akan melewatkan seluruh seri MotoGP 2020 dan tes musim dingin serta beberapa seri pertama pada musim depan. Meski begitu, Iannone masih punya kesempatan untuk naik banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga), terhitung 21 hari sejak keputusan ini.

Bos Aprilia Massimo Rivola menilai Iannone tidak seharusnya dihukum. Pasalnya, eks rider Suzuki dan Ducati itu tidak sengaja mengonsumsi zat terlarang itu, yang terkandung dalam daging.

"Hukumannya membuat kami tercengang karena penalti kepada Andrea, tapi juga sangat puas dalam alasan-alasannya," Rivola mengatakan dikutip Crash. "Para hakim mengakui sepenuhnya itikad baik Andrea dan ketidaksadaran mengasumsikan zat, memberikan argumen kontaminasi makanan."

"Karena alasan ini, hukuman yang dijatuhkan jadi tidak masuk akal," sungut dia.

"Mengingat alasan yang ditulis oleh para hakim sendiri, Andrea seharusnya dibebaskan seperti yang selalu terjadi pada atlet-atlet lain yang terkontaminasi, tapi situasi ini menumbuhkan harapan besar kami untuk bandingnya yang kami harap akan sangat cepat."

"Kami ingin Andrea kembali menunggangi RS-GP. Kami akan berada di sisi dia sampai akhir persoalan ini dan kami akan mendukung dia dalam mengajukan banding," lugas Rivola.



Simak Video "MotoGP 2020 Diyakini Start di Spanyol Bulan Juli"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com