detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 17 Agu 2020 02:45 WIB

Juara MotoGP Austria 2020, Dovizioso Seperti Ingin Balas Ducati

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Ducatis Italian rider Andrea Dovizioso rides his bike to win the Moto GP Austrian Grand Prix at the Red Bull Ring circuit in Spielberg, Austria on August 16, 2020. (Photo by JOE KLAMAR / AFP) Andrea Dovizioso menjuarai MotoGP Austria setelah mengumumkan perpisahan dengan Ducati. (Foto: AFP/JOE KLAMAR)
Jakarta -

Andrea Dovizioso mengirim sinyal terhadap Ducati. Setelah mengumumkan perpisahan dengan pabrikan Italia itu, Dovizioso merebut kemenangan di MotoGP Austria.

Dovizioso menjadi sorotan setelah memutuskan untuk meninggalkan Ducati setelah musim 2020 berakhir. Menyusul tidak ada titik temu di dalam negosiasi kontrak baru di antara kedua pihak, yang diyakini terkait masalah finansial.

Dovizioso menginginkan kenaikan bayaran, sedangkan Ducati justru menawari pemangkasan gaji signifikan mengingat anggaran yang ketat akibat pandemi virus corona. Situasi semakin keruh karena Dovizioso tidak terima dengan komentar manajer tim Davide Tardozzi yang mengatakan bahwa masa depan Dovi akan ditentukan setelah dua balapan di Austria.

Meski demikian, Andrea Dovizioso seakan tidak terpengaruh dengan situasinya. Start dari posisi keempat, Dovizioso finis terdepan dalam balapan di Sirkuit Red Bull Ring, Minggu (16/8/2020). Rider Italia itu unggul 1,3 detik dari Joan Mir, yang memenangi duel dengan Jack Miller untuk finis kedua di tikungan terakhir putaran final.

Dovizioso membangun momentum positif setelah balapan dimulai kembali usai sempat dihentikan akibat kecelakaan yang melibatkan Franco Morbidelli dan Johann Zarco di sepertiga awal balapan. Usai restart, pebalap berusia 34 tahun itu mengambil alih pimpinan lomba dari Miller lalu melesat nyaris tanpa gangguan di sisa lomba.

Kemenangan Dovizioso ini merupakan yang pertama di musim ini atau yang ketiga untuk dia di Red Bull Ring pada 2019 dan 2017. Sedangkan Ducati menegaskan dominasi di sana selama lima tahun berturut-turut.

Selain itu hasil tersebut dipandang sebagai pembuktian Dovizioso terhadap Ducati. Terlebih setelah Dovizioso konsisten menjadi penantang serius gelar juara dunia dalam tiga musim terakhir.

Pengamat top MotoGP Carlo Pernat mengkritik perlakuan Ducati terhadap Dovizioso. "Setiap perusahaan memang berhak melakukan sesuka hati, seperti halnya para pebalap. Namun, mereka memiliki pebalap yang telah mengalahkan Marc Marquez berkali-kali dan memimpin Ducati ke posisi teratas," ucap dia kepada GPOne.

Baca juga: [Fokus] Drama di MotoGP Austria

"Anda memang bisa berpisah, tapi sejujurnya Anda tidak bisa melakukannya setelah delapan tahun. Seorang pebalap seperti Andrea tidak seharusnya diperlakukan demikian. Ini seharusnya bisa diselesaikan lebih awal, Anda mesti mengatakan kepada dia bahwa dia tidak ada di dalam rencana Anda. Saya akan mendukung Dovizioso untuk memenangi juara dunia tahun ini, hal itu akan menjadi hadiah terbaik untuk dia dan Ducati," ungkap Carlo Pernat.

Dovizioso masih bisa menambah 'tamparan' terhadap Ducati. Pasalnya, balapan MotoGP Styria yang digelar pekan depan masih akan digelar di Red Bull Ring.



Simak Video "Dovizioso Ngamuk Usai Kualifikasi MotoGP Aragon"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com