detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 18 Agu 2020 18:35 WIB

Johann Zarco Dibela Agostini: Pebalap Mesti Agresif

Okdwitya Karina Sari - detikSport
SPIELBERG, AUSTRIA - AUGUST 13: Johann Zarco of France and Reale Avintia Racing looks on during the press conference pre-event during the MotoGP Of Austria - Previews at Red Bull Ring on August 13, 2020 in Spielberg, Austria. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Dikritik karena sebabkan kecelakaan dengan Franco Morbidelli, Johann Zarco dibela Giacomo Agostini. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Johann Zarco dihujani kritik setelah menyebabkan kecelakaan di MotoGP Austria. Meski demikian, legenda balap motor Giacomo Agostini memilih membela Zarco.

Pada balapan di Red Bull Ring, Minggu (16/8/2020), pebalap Avintia Ducati tersebut terlibat dalam insiden dengan Franco Morbidelli di putaran kesembilan. Meski sama-sama tidak mengalami luka serius, motor kedua pebalap yang melayang imbas kecelakaan itu, nyaris mencelakai duo Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Usai lomba gaya balap Zarco dikritik. Pebalap Prancis tersebut dianggap arogan karena memotong jalur Morbidelli.

Pebalap Petronas SRT itu bahkan menyebut Zarco "setengah pembunuh". Selanjutnya, Morbidelli mengirim sinyal bahwa Zarco seharusnya mendapatkan hukuman.

Ini merupakan insiden kedua yang melibatkan Zarco di musim ini setela dituding menyebabkan Pol Espargaro retired di Brno. Agostini membela Zarco, karena menurut dia, pebalap memang harus agresif saat mendapatkan kesempatan menyerang.

"Kecelakaan di antara Zarco dan Morbidelli memang sangat parah, tapi saya tidak senang mendengar perkataan yang digunakan seperti 'setengah pembunuh' tulis Agostini dalam kolomnya di La Gazzetta dello Sport.

"Saya sudah membaca bahwa ada mereka yang mengatakan bahwa Zarco mengerem dengan sengaja, tapi saya rasa tidak ada pebalap yang asal melakukannya karena di momen itu Anda juga mempertaruhkan nyawa Anda, serta orang lain."

"Dari foto-fotonya saya memahami bahwa Zarco melihat ada celah dan masuk, seperti yang dilakukan pebalap manapun tanpa memikirkan bagaimana sikap pebalap lainnya. Kalau Anda membuka celah, Anda harus menduga akan diserang. Inilah mengapa saya tidak setuju dengan penalti di Brno atas kontak dengan Espargaro."

"Para pebalap memang harusnya agresif, kalau Anda ingin menang Anda mesti begitu. Seorang pria sejati yang terlalu lembut atau hati-hati tidak akan pernah menjadi juara dunia," lugas Giacomo Agostini.

(rin/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com