detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 05 Sep 2020 07:00 WIB

Absennya Marquez Bikin Setiap Rider Merasa Bisa Menangi Balapan

Okdwitya Karina Sari - detikSport
(From L) Repsol Honda Teams Spanish rider Marc Marquez drive ahead Red Bull KTM  Tech3 Racing Portuguese rider Miguel Oliveira during the first MotoGP free practice session, ahead of the French Motorcycle Grand Prix,on May 17, 2019, in Le Mans, northwestern France. (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP) Miguel Oliveira berpendapat, tanpa Marc Marquez setiap pebalap merasa bisa juara. (Foto: AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER)
Jakarta -

Tanpa Marc Marquez, MotoGP 2020 sulit diprediksi. Pebalap Tech3 KTM, Miguel Oliveira, mengatakan setiap pebalap kini jadi merasa bisa memenangi balapan.

Marquez memang mendominasi balap motor kelas teratas itu sejak debut pada 2013. Rider Repsol Honda itu menjadi juara dunia di enam dari tujuh musim pertamanya, terlebih pada 2019 saat dia mendominasi total usai tidak pernah finis balapan di luar dua besar.

Namun, Marquez mengalami nasib nahas di awal musim ini. Kecelakaan yang dialaminya di seri pertama membuat dia harus operasi dua kali sehingga comeback-nya pun molor. Marquez diprediksi baru bisa menunggangi motornya lagi pada November mendatang, yang menghabisi peluangnya untuk mempertahankan gelar.

Meski demikian, ketiadaan Marquez membuat MotoGP 2020 semakin seru. Ada empat pemenang dalam lima balapan yang sudah digulirkan. Oliveira merupakan salah satu di antaranya saat melintasi garis finis pertama di MotoGP Styria.

"Kupikir, dan ini hanya pendapatku saja - kurasa sekalinya Marquez out, setiap pebalap tiba-tiba merasa seperti bisa memenangi balapan dan kejuaraan dunia," ungkap Oliveira dilansir Motorsport.

"Jadi kupikir perasaan ini masih terus ada. Itulah mengapa tidak ada favorit kuat untuk persaingan gelar juara. Namun, aku juga berpikir bahwa sekarang sih masih terlalu awal untuk memastikannya," lanjut pebalap asal Portugal ini.

Rider Petronas SRT Fabio Quartararo masih memuncaki klasemen sementara MotoGP tapi hanya unggul tiga poin dari rival terdekatnya, Andrea Dovizioso. Pada awalnya, Quartararo dijagokan untuk menjadi kampiun namun belakangan dia justru meredup. Oliveira meyakini bahwa favorit juara musim ini belum bisa ditentukan.

"Mudah-mudahan di beberapa balapan ke depan kita bisa melihat siapa yang lebih konsisten di podium dan meraih lebih banyak poin karena pada akhirnya ini akan membuat perbedaan," simpul Miguel Oliveira.



Simak Video "Miguel Oliveira Menangi MotoGP Styria 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com