detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 22 Sep 2020 18:00 WIB

Optimisme Joan Mir Soal Peluang Juara MotoGP 2020

Adhi Prasetya - detikSport
MotoGP rider Joan Mir of Spain takes a curve during the Emilia Romagna Motorcycle Grand Prix at the Misano circuit in Misano Adriatico, Italy, Sunday, Sept. 20, 2020. (AP Photo/Antonio Calanni) Joan Mir difavoritkan juara musim ini. Foto: AP/Antonio Calanni
Jakarta -

Joan Mir kini menjadi salah satu favorit juara di MotoGP 2020. Padahal rider Suzuki Ecstar ini belum pernah sekalipun meraih kemenangan di musim ini.

Mir kini berada di posisi keempat klasemen sementara dengan nilai 80 dari 7 balapan. Ia tertinggal tiga angka dari Maverick Vinales dan Fabio Quartararo serta empat angka dari Andrea Dovizioso.

Masuknya Mir dalam konstelasi calon juara dunia musim ini jelas tak diprediksi sebelumnya. Apalagi ia sempat gagal finis dua kali dalam tiga balapan pertama.

Meski begitu, Mir perlahan menunjukkan konsistensinya. Meski sempat crash dua kali, ia selalu mampu finis lima besar di lima balapan lainnya. Ia bahkan sudah tiga kali naik podium, yakni dua kali finis sebagai runner-up (MotoGP Austria dan MotoGP Emilia Romagna) dan sekali ada di urutan ketiga (MotoGP San Marino).

Hasil itu berbeda dengan tiga rider lain yang ada di atasnya. Performa Quartararo, Vinales, dan Dovizioso masih naik turun, meski sudah pernah meraih kemenangan. Mereka juga punya masalah dengan motor masing-masing.

Hal itu tak dialami Mir, yang dengan motor GSX-RR miliknya mampu melaju cepat. Bahkan Quartararo sampai memuji kualitas motor Mir yang dianggapnya 'sempurna'.

MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 13: Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR celebrates the third place on the podium at the end of the MotoGP race during the MotoGP Of San Marino - Race at Misano World Circuit on September 13, 2020 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Mir sewaktu naik podium di MotoGP San Marino. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

Melihat peta persaingan saat ini, Mir yang awalnya tak begitu memikirkan kini mulai optimis bisa finis teratas. Ia cuma perlu mempertahankan performanya saat ini, kalau bisa melebihinya.

"Saya tentu tak menduganya," kata Mir soal dirinya yang menjadi calon juara, dikutip The Race.

"Tapi setelah balapan di Austria, di mana saya sangat kompetitif di sana dan sempat naik podium, saya jadi percaya diri bisa meraih lebih dari sebelumnya. Susah mempertahankan konsistensi seperti ini, tapi itulah tujuan saya sampai akhir musim."

"Saya merasa sedang bersaing meraih gelar juara dunia. Saya tak begitu memperhatikannya karena masih ada banyak poin tersisa, tapi benar kami sudah setengah jalan dan rasanya musim ini baru dimulai di sini."

"Di posisi empat besar, perolehan poinnya bisa dibilang sama. Mari kita lihat apakah kami bisa menjaga konsistensi sampai balapan terakhir," tegas rider 23 tahun itu.

Terakhir kali Suzuki meraih juara dunia di kelas primer terjadi pada 2000 lalu lewat Kenny Roberts Jr, saat masih di kelas 500cc. Bisakah Mir memutus dahaga juara? Hal itu harus dibuktikan mulai balapan selanjutnya, yakni MotoGP Catalunya yang digelar Minggu (27/9/2020).



Simak Video "Joan Mir Santai Saja Pimpin Klasemen dengan Selisih Cuma 6 Poin"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com