Ducati Juara Dunia Konstruktor, Akhiri Duopoli Honda-Yamaha

Kris Fathoni W - Sport
Senin, 23 Nov 2020 09:49 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 06:  Jack Miller of Australia and Pramac Racing returns in box during the free practice for the MotoGP of Europe at Comunitat Valenciana Ricardo Tormo Circuit on November 06, 2020 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jack Milller, rider Ducati dengan finis terbaik di MotoGP Portugal 2020. (Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Keberhasilan Ducati juara dunia konstruktor MotoGP 2020 sekaligus mengakhiri hegemoni Honda dan Yamaha yang selama belasan tahun memunculkan duopoli gelar tersebut.

Ducati berhasil memastikan gelar juara dunia di sektor pabrikan selepas MotoGP Portugal 2020, seri pamungkas musim ini, di Portimao, Minggu (23/11/2020) malam WIB. Ada Jack Miller (Pramac Ducati) yang berhasil finis di posisi kedua.

Total 221 poin berhasil dikumpulkan Ducati untuk memuncaki klasemen konstruktor, di atas Yamaha (204) dan Suzuki (202). Ducati sekaligus menggagalkan Suzuki, juara dunia rider dan tim, melengkapi Triple Crown.

Keberhasilan Ducati juara dunia konstruktor MotoGP 2020 ini sejatinya juga tak lepas dari pemangkasan 50 poin buat Yamaha sebagai bentuk sanksi.

Buat Ducati, ini merupakan gelar juara dunia konstruktor yang kedua di ajang balap motor grand prix. Sebelum ini, gelar juara berhasil direngkuh Ducati pada tahun 2007 lewat aksi ridernya yang juga jadi kampiun, Casey Stoner.

Sejak itu, selama 12 musim berturut-turut, gelar juara dunia konstruktor MotoGP rutin memunculkan nama Honda dan Yamaha sebagai pemenang. Rinciannya, empat buat Yamaha dan delapan buat Honda -- termasuk empat musim beruntun sebelum ini.

Di kelas 500cc/MotoGP sendiri, Honda sudah punya 25 gelar juara dunia konstruktor yang merupakan titel terbanyak. Sementara Yamaha mengoleksi 14 titel, cuma kalah dari Honda dan MV Agusta (16).

Setelah itu, gelar juara dunia konstruktor di kelas 500cc/MotoGP juga sudah tujuh kali diraih Suzuki, Gilera empat kali, Norton dan Ducati masing-masing dua kali, dan satu kali oleh AJS.

(krs/nds)