detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 23 Apr 2021 18:08 WIB

Rossi Sebut Gelar Juara MotoGP 2015 Dicuri Darinya

Okdwitya Karina Sari - detikSport
DOHA, QATAR - APRIL 03: Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT  prepares to start in box during the MotoGP of Qatar - Qualifying at Losail Circuit on April 03, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Valentino Rossi Sebut Gelar Juara MotoGP 2015 Dicuri Darinya. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Valentino Rossi mengabaikan kritik untuk terus balapan meski tak sekompetitif dulu. Rossi mengakui kehilangan dua kesempatan untuk mengoleksi gelar juara ke-10.

Pebalap Petronas SRT itu menjalani musim ke-26 di kejuaraan balap motor. Selama ini Rossi telah mengoleksi sembilan titel juara dunia, termasuk tujuh gelar di kelas premier yang terakhir kali dicapainya pada 2009.

Namun, sampai sekarang pebalap Italia berusia 42 tahun itu semakin kesulitan untuk meraih titel kesepuluh. Pada musim ini, Rossi hanya finis kedua belas dan keenam belas di dua balapan pertama di Qatar, lalu terpaksa retired di Portimao akhir pekan lalu.

Padahal, the Doctor mulai kehabisan waktu karena musim 2021 bisa menjadi musim terakhirnya di MotoGP. Pada perbincangannya dengan La Gazzetta dello Sport, Rossi mengungkapkan penyesalannya di MotoGP 2006. Dia turut menyebut bahwa gelar juara dunia MotoGP 2015 telah dicuri darinya.

"Alasanku itu sangat sederhana dan bagiku aneh kalau beberap aorang tidak memahaminya. Aku menyukai caraku merasakan sensasinya, adrenalinnya yang membuatku menang, naik ke podium, atau hanya menjalani balapan yang bagus. Aku senang dengan perasaan itu," ucap Valentino Rossi dikutip GPOne.

"Aku tahu betul bahwa pada akhirnya waktu lah yang akan menang, sayangnya ini yang akan terjadi pada setiap orang, api aku akan mencoba segenap kekuatanku untuk menyulitkan waktu. Itulah satu-satunya alasan mengapa aku masih balapan."

"Hal yang hilang dengan berhenti melakukan apa yang Anda sukai itu lebih daripada apa yang Anda dapat dengan berhenti di puncak karier. Di 2013, ketika aku kembali ke Yamaha, semua orang menganggapku sudah tamat."

"Malahan, kalau mereka tidak mencuri kejuaraan dunia 2015 dariku, aku akan memenangi satu gelar lagi, itu akan menjadi gelar yang kesepuluh dan akan memperpanjang usia karierku menjadi 6 tahun. Di Valencia 2006, di sana aku membuang gelar juara dunia yang bisa kumenangi dan itu akan menjadi gelar kesepuluh, sekalipun setelah pencurian di 2015," ungkap Rossi.

Pada MotoGP 2006, Valentino Rossi secara mengejutkan finis runner-up di belakang Nicky Nayden. Meski mengoleksi lebih banyak kemenangan (5) dari Hayden (2), Rossi, yang ketika itu dalam performa puncaknya, tiga kali retired sehingga harus puas dengan selisih lima angka dari rivalnya itu di klasemen akhir.

Sementara itu pada MotoGP 2015, Rossi lagi-lagi harus puas finis kedua di bawah rekan setimnya Jorge Lorenzo. Musim itu diwarnai insiden kontroversial yang melibatkan Marc Marquez di Sepang, dan Rossi pada prosesnya mesti menyudahi di posisi kedua dengan jarak lima poin dari Lorenzo, yang tampil sebagai juara dunia.



Simak Video "Valentino Rossi Positif Corona, Yamaha Jelaskan Kronologinya"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com