4 Saran buat Sirkuit Mandalika agar MotoGP Indonesia Lancar & Sukses

Lucas Aditya - Sport
Selasa, 23 Nov 2021 20:42 WIB
Pebalap Jonathan Rea berhasil finis di urutan pertama dalam Race 2 WSBK Mandalika 2021. Bersama Scott Redding dan Michael van Der Mark, Jonathan Rea naik podium
Race WSBK 2021 di sirkuit Mandalika. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Sirkuit Mandalika sudah selesai menggelar World Superbike 2021. Ada beberapa catatan usai penyelenggaraan balapan pada 19-21 November 2021, apalagi mengingat tempat yang sama akan menghajat MotoGP Indonesia tahun depan.

Juara dunia baru WSBK, Toprak Razgatlioglu, lahir di Sirkuit Mandalika. Rider Turki itu memastikan gelar juara dunia setelah finis kedua di Race 1 WSBK Mandalika.

Gelaran di Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu sempat diganggu oleh cuaca buruk. Genangan air membuat kenyamanan penonton terusik, ada beberapa hal yang mesti ditingkatkan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Dalam pengamatan detikSport secara langsung di lokasi penyelenggaraan sepanjang akhir pekan balapan, berikut 4 hal yang mesti ditingkatkan agar Sirkuit Mandalika bisa sukses menggelar MotoGP pada Maret mendatang.

1. Area Sirkuit

Sebagian besar sekitar Sirkuit Mandalika masih tanah terbuka. Itu mengganggu kenyamanan penonton. Saat cuaca panas, suasana pun menjadi berdebu karena tanah kering tersapu angin.

Kenyamanan penonton kian terganggu kalau cuaca hujan. Tanah sekitar sirkuit menjadi becek. Di area dalam sirkuit, pada saat WSBK lokasi untuk main stage dan bazar, tergenang air.

Hal itu membuat pakaian dari pengunjung yang ada di sekitar sirkuit menjadi kotor saat hendak melakukan mobilitas.

Oleh karena itu, demi kenyamanan penonton, perlu dilakukan penutupan dengan kayu atau cover yang biasa untuk menutupi rumput stadion saat dipakai untuk konser demi kenyamanan penonton. Kalau tanah terbuka itu bisa ditutup permanen akan lebih baik lagi.

Bagaimanapun, kenyamanan penonton harus menjadi perhatian penyelenggara karena harga tiket yang tidak murah.

2. Shuttle Bus

Pengalaman detiksport menggunakan shuttle bus di WSBK Mandalika sebenarnya cukup nyaman. Penonton sudah dipisahkan berdasarkan warna gelang alias kelas tiket untuk masuk ke bus dari parkir sentral ke sirkuit dan sebaliknya.

Akan lebih bagus lagi kalau panitia membuat line antrian untuk masuk bus. Kejadian berebut masuk bus, utamanya di shuttle di sirkuit akan bisa dihindari.

Selain itu, lokasi penjemputan shuttle berpindah-pindah dalam dua hari terakhir perhelatan WSBK. Sebabnya, area penjemputan yang pertama tergenang air. Pada, Sabtu (20/11), lokasinya menjadi lebih dekat. Sementara pada, Minggu (21/11) lokasi shuttle lebih jauh dengan kondisi tanah yang becek dan banyak genangan air.

Penyelenggaraan di tengah pandemi virus Corona juga membuat hasil swab tes atau PCR jadi hal penting. Tapi di WSBK Mandalika, masih ada celah. Simak di halaman berikutnya!