Bos Yamaha: Vinales Tak Punya Mental Juara

Okdwitya Karina Sari - Sport
Sabtu, 11 Des 2021 19:15 WIB
ASSEN, NETHERLANDS - JUNE 27:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team smiles and celebrates the second place under the podium during the MotoGP race during the MotoGP of Netherlands - Race at TT Circuit Assen on June 27, 2021 in Assen, Netherlands. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Bos Yamaha Lin Jarvis mengatakan, Maverick Vinales tak memiliki mental juara. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Bos Yamaha Lin Jarvis menyesalkan kegagalan Maverick Vinales di timnya. Jarvis menyebut Vinales tak punya mental juara.

Pabrikan Jepang itu merekrut Vinales pada 2017 setelah finis keempat bersama Suzuki di MotoGP 2016. Di musim debutnya, rider Spanyol itu tampil menjanjikan dengan memenangi dua balapan pertama namun pada akhirnya finis ketiga di bawah sang juara dunia Marc Marquez dengan selisih 68 poin.

Performa Vinales cenderung naik-turun di musim-musim berikutnya. Di 2018, Vinales finis keempat (193 poin), lalu finis ketiga lagi (211 poin) di 2019. Performa Vinales semakin menurun pada 2020 usai finis keenam, jauh di bawah rider tim satelit Yamaha, Franco Morbidelli, yang sukses finis kedua.

Titik terendah Maverick Vinales di Yamaha terjadi pada MotoGP 2021. Usai memenangi seri pertama di Qatar, Vinales gagal mempertahankan konsistensinya bahkan pernah finis ke-19 usai start dari posisi kedua dari belakang di Sachsenring. Hubungan Vinales dengan Yamaha kemudian memburuk sampai akhirnya kedua pihak sepakat berpisah jalan setelah seri Belanda.

"Apa yang bisa saya katakan, dan seperti yang dilihat Maverick terlalu inkonsisten dengan hasil-hasil dia," kata Lin Jarvis di Motosan. "Tentu saja, dia memiliki bakat besar, memiliki kecepatan."

"Ketika kami menjalani balapan pertama di Qatar, kami seperti, 'Wow, kita menemukan Maverick yang sebenarnya!' Itu luar biasa. Di 2020, dia punya banyak masalah. Saya kira, sebab utamanya karena Franky [Morbidelli] memenangi tiga balapan di motor yang lama. Fabio juga memenangi tiga balapan dengan motor baru sedangkan Vinales hanya satu."

"Sangat disayangkan karena kami sesungguhnya sangat ingin agar dia sukses. Kami menggaet dia dari Suzuki lima tahun yang lalu karena kami yakin bahwa dia bisa juara di Yamaha," lanjut dia.

"Apakah Anda punya bakat untuk memenangi kejuaraan dunia? Ya. Apakah Anda punya kekuatan mental untuk memenangi kejuaraan? Saya tidak terlalu yakin. Namun, itu bukan sesuatu yang bisa Anda perbaiki. Dan sekarang itu toh bukan misi kami," ceplos Lin Jarvis soal Maverick Vinales.



Simak Video "Dorna Tidak Terima Aturan Karantina, Bagaimana Nasib MotoGP Mandalika?"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/cas)