Jokowi Setuju Tambah Penonton MotoGP di Mandalika

Tim detikSport - Sport
Minggu, 16 Jan 2022 21:00 WIB
Presiden Joko Widodo mengendarai sepeda motor custom Kawasaki W175 bergaya chopper bobber di Jalan Bypass BIL-Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (13/1/2022). Kunjungan kerja tersebut untuk mengecek kesiapan jelang event MotoGP yang akan diselenggarakan di Mandalika, Lombok. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Presiden Joko Widodo. (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta -

MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika akan digeber pada Maret mendatang. Presiden Joko Widodo disebut menyetujui rencana menambah jumlah penonton.

Hal itu diungkap Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto, dalam konferensi virtual, Minggu (16/1/2022). Ia menyebut Presiden Jokowi sudah setuju kuota penonton MotoGP di Mandalika ditambah.

"Terkait dengan tambahan nonton MotoGP sesuai dengan rapat kemarin, ada permintaan untuk menambahkan jumlah penonton dari 63.000 menjadi 100.000. Nah ini dia Presiden sudah memberikan persetujuan, tinggal nanti pelaksanaannya di Mandalika," kata Menteri Airlangga.

Kuota MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika mencapai 63 ribu penonton. Seri kejuaraan sendiri akan digelar pada 20 Maret 2022, menjadi seri kedua dari kejuaraan dunia MotoGP 2022.

Gelaran MotoGP Indonesia di Mandalika sendiri akan adu cepat dengan laju penyebaran virus corona, khususnya varian Omicron, yang sudah merebak di Indonesia, Sebelumnya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan puncak penyebarannya.

Ia mengatakan, puncak kasus Omicron di Tanah Air akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret. Jika meleset, maka gelaran MotoGP di Indonesia bisa saja terganggu.

"Berdasarkan berbagai data yang telah kami amati, berangkat dari trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," kata Luhut dalam konferensi pers, Minggu (16/1/2022).

"Saya ulangi, dari hasil trajectory kasus Covid-19 di Afrika Selatan, puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," katanya.

(yna/cas)