Pedrosa, Akhir Penantian Honda
Senin, 15 Mei 2006 16:49 WIB
Shanghai - Hanya empat seri yang dibutuhkan Daniel Pedrosa untuk meraih podium pertamanya di kelas MotoGP. Pembalap 20 tahun itu seakan menjadi jawaban atas penantian Honda untuk kembali merajai MotoGP.Bersama Valentino Rossi, Honda memang mampu menguasai kelas MotoGP. Tiga tahun berturut, mulai musim 2001 sampai 2004, mereka merebut posisi teratas.Namun sejak The Doctor hijrah ke Yamaha tahun 2004 silam, Honda seperti kehilangan keperkasaannya. Dua musim berturut-turut mereka harus merelakan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor melayang dari genggaman. Dan selama dua musim itu pula Honda terus berusaha mengalahkan bekas pembalapnya itu yang menjadi andalan Yamaha untuk merengkuh gelar juara dunia.Tapi musim ini penantian dua musim Honda sepertinya akan berakhir. Ya, kini mereka punya peluang besar untuk kembali ke posisi teratas kelas MotoGP, Setidaknya hasil balapan di MotoGP Cina, Minggu (14/5/2006), membuka jalan ke arah itu.Setelah secara mengejutkan meraih pole position di sesi kualifikasi, Pedrosa tampil dingin dan membuktikan kematangannya di atas motor RC211V dengan meraih podium tertinggi di akhir balapan. Hebatnya lagi, Honda juga menitipkan Nicky Hayden di podium kedua.Pedrosa memang sempat diragukan bisa tampil bagus di atas motor 990cc. Torehan 24 kemenangan dari 82 seri yang pernah ia ikuti di kelas 125 dan 250 dan gelar juara dunia di dua kelas tersebut seakan tak cukup membuktikan kemampuan pemuda asal Catalunya itu. Padahal dengan gelar juaranya di seri keempat ini, Pedrosa sudah bisa melampuai pencapaian Rossi. Sebagai catatan, Rossi baru bisa naik podium teratas setelah mengikuti sembilan seri. Itu terjadi di musim 2000."Ini adalah hasil sempurna untuk saya pribadi. Tentu ini juga sangat fantastis buat saya dan tim Repsol Honda. Mereka sudah berusaha keras, dan hasil yang sangat baik diraih kedua pembalap. Saya sangat berbahagia buat mereka," sahut Pedrosa seperti diberitakan Yahoosport, Senin (15/5/2006).Meraih kemenangan di balapan keempatnya disebut Pedrosa merupakan pengalaman yang spesial. Apalagi ia juga sukses menundukkan seniornya, Hayden."Setiap kali saya memimpin saya selali melihat ke papan pit dan melihat angka nol atau sesuatu terkait dengan hal tersebut. saya selalu berusaha menjaga jarak, namun itu snagat sulit kerena Hayden terus menekan dan ban saya kehilangan sedikit daya cengkram. Kemenangan selalu terasa spesial dan menyenangkan, tapi meraih kemenangan di kelas MotoGP jauh lebih tinggi lagi, jadi ini sangat bernilai spesial untuk saya," tutup Pedrosa.Di klasemen sementara Pedrosa duduk di posisi tiga dengan poin 57, ia terpaut 15 angka dari Nicky Hayden di puncak klasemen. Kalau Pedrosa bisa stabil di 13 seri tersisa bukan tak mungkin kalau Honda sudah mendapat jawaban atas doa mereka untuk kembali ke puncak persaingan MotoGP.Foto: Daniel Pedrosa, ditunggu Honda dari dua tahun lalu (solomotors). (din/)











































