Michelin: Pedrosa Mirip Biaggi
Senin, 15 Mei 2006 23:30 WIB
Shanghai - Penampilan debutan asal Spanyol, Dani Pedrosa makin hari makin meyakinkan. Di mata Michelin, Pedrosa mengingatkan pada Max Biaggi.Pedrosa meraih titel MotoGP pertamanya di Shanghai, Minggu (14/5/2006), setelah empat kali membalap di kelas paling bergengsi tersebut. Tidak hanya itu pemuda asal Spanyol ini menggenapi penampilan menawannya di Shanghai dengan meraih pole position dan mencatat lap record. Pencapaian yang diraih Pedrosa di Shanghai sebelumnya sudah dapat diprediksi. Tetapi tidak ada yang menyangka pembalap 20 tahun ini bahkan mampu melampaui pencapaian Valentino Rossi, yang baru meraih titel juara seri pertamanya di kelas primer setelah 9 kali balapan. "Dani meraih pole position dan memenangkan balapan dengan mencatat lap record. Itu adalah pencapaian luar biasa buat pembalap debutan di kelas MotoGP," puji direktur motorcycle Michelin, Nicolas Goubert seperti dilansir crash, Senin (15/5/2006). Di mata Michelin, Pedrosa memang cukup spesial. Gaya membalapnya yang konservatif dinilai pabrikan ban asal Prancis itu sebagai sebuah hal yang menjadi faktor plus."Kami sangat menikmati bekerja sama dengan Dani. Dia selalu memberi feedback yang tepat dan sangat membantu kami," tukas Goubert. "Dia punya gaya membalap yang sangat fluid yang menghemat ban. Gayanya mirip dengan Max (Biaggi)," tambahnya. Biaggi adalah pembalap Repsol Honda yang digantikan Pedrosa. Hampir mirip dengan Pedrosa, Biaggi juga memasuki pentas kelas primer dengan status juara 250cc yang terpandang (empat kali juara). Di tahun perdananya di kelas primer (1998) Biaggi pun sempat mengejutkan dengan menjadi runner-up di belakang Mick Doohan. Dibandingkan Pedosa, yang memenangkan juara seri di balapan keempat, Biaggi bahkan lebih fantastis karena kemenangan pertamanya adalah pada balapan perdananya di Suzuka, Jepang. Sayang di tahun-tahun berikutnya prestasi pembalap berjuluk 'Roman Emperor' itu justru makin merosot. Puncaknya, tahun ini dia didepak Honda dan digantikan oleh Pedrosa. Selama empat tahun berkutat di kelas primer Biaggi mencatat 13 kemenangan. Akankah nasib Pedrosa juga akan seperti Biaggi? Foto: Biaggi dan Pedora. Mirip di mata Michelin (diolah) (mel/)











































