Bagnaia Minta Maaf Usai Tabrak Martin di MotoGP Qatar 2022

Adhi Prasetya - Sport
Senin, 07 Mar 2022 06:01 WIB
Losail -

Francesco Bagnaia gagal finis di MotoGP Qatar 2022 usai menabrak sesama rider Ducati, Jorge Martin. Ia pun meminta maaf secara terbuka seusai balapan.

Start Bagnaia dalam balapan di Sirkuit Losail, Minggu (6/3/2022) memang tak bagus. Memulai balapan di posisi 9, ia sempat tercecer hingga urutan 16.

Sama halnya dengan Martin, yang start dari pole position tapi kemudian disalip banyak pebalap dan menutup lap pertama di posisi tujuh.

Bagnaia perlahan mulai menemukan performa dan menyalip satu per satu rider di depannya, hingga akhirnya ada di belakang Martin. Namun saat mencoba melewati pebalap Spanyol itu dari sisi dalam tikungan pertama, insiden tak terduga terjadi.

Motor Bagnaia terjatuh dan ikut menyeret motor Martin ke gravel. Keduanya pun tak bisa melanjutkan lomba.

"Saya sedikit telat masuk ke tikungan saat melewati Jorge, tapi tak mengerem terlalu keras kok. Sangat aneh ketika bagian depan terkunci di momen tersebut. Saya meminta maaf kepada Ducati, Pramac, dan Jorge," kata Bagnaia, dikutip Motorsport.

Martin sendiri tak ambil hati dengan kejadian tersebut. Ia lebih takut akan keselamatannya karena sempat terjepit oleh dua motor saat terseret ke gravel.

"Ini pertama kalinya saya mengkhawatirkan hidup saya karena saya terseret ke gravel sangat cepat dan berada di antara dua motor. Saya mendorong motor Pecco (panggilan Bagnaia) dengan tangan dan ada bagian yang terasa sakit," ujar Martin.

Ia pun berharap cedera yang dialaminya akibat terjatuh tak parah sehingga bisa tampil di MotoGP Mandalika dua pekan mendatang. Ia pun menyesalkan performa di seri Qatar.

"Crash kadang-kadang menimpa pebalap, jadi saya marah hari ini justru karena tak tampil kompetitif. Saya berharap bisa bertarung untuk podium atau bahkan kemenangan, tapi kecepatan motornya tak ada. Ada sejumlah masalah yang perlu kami pahami," lanjut Martin.

"Saya bahkan tak bisa menyalip Aprilia atau Suzuki, jadi saya tak paham kekuatan kami ada di mana. Kami tak punya keunggulan, jadi kami harus memahami masalahnya dan mencoba memperbaikinya. Kalau saya berhasil finis tadi, paling-paling maksimum di urutan 7-8," jelasnya.

(adp/rin)