ADVERTISEMENT

Dulu Valentino Rossi di Sentul, Kini Dennis Foggia di Mandalika

Yanu Arifin - Sport
Minggu, 20 Mar 2022 18:40 WIB
Leopard Racings Italian rider Dennis Foggia tries to start up the engine after crashing during the qualifying session for the Indonesian Grand Prix Moto3 race at the Mandalika International Circuit at Kuta Mandalika in Central Lombok on March 19, 2022. (Photo by BAY ISMOYO / AFP)
Aksi Dennis Foggia di Indonesia. (Foto: BAY ISMOYO/AFP)
Lombok -

Dulu Valentino Rossi pernah berjaya di Indonesia, saat menang Grand Prix 125cc. 25 tahun berselang, giliran Dennis Foggia merajai Moto3 di Mandalika.

Seri balap motor kelas dunia akhirnya kembali ke Indonesia. Setelah terakhir terjadi pada 1997, Indonesia bisa kembali menggelar race pada tahun 2022.

Indonesia pertama kali menggelar balapan pada 1996. Ketika itu, Sirkuit Sentul dipilih menjadi arena pacu Mick Doohan dkk.

Balapan dari kelas 125cc, 250cc, dan 500cc ketika itu sukses digelar. Di Sentul pula, lahir seorang legenda balapan dunia, yakni Valentino Rossi.

Tahun 1996 menjadi debut Rossi mengikuti Grand Prix. Sirkuit di Indonesia menjadi salah satu saksi sejarah bagaimana The Doctor memulai kariernya.

Hebatnya, Sentul menjadi salah satu tempat yang memberikan memori indah buat Rossi. Sebab, rider Italia itu pernah juara di Bogor, yakni pada 1997 atau musim keduanya di kejuaraan dunia balap motor.

Aksi Valentino Rossi di Sentul Tahun 1997Aksi Valentino Rossi di Sentul Tahun 1997 Foto: Dok MotoGP

Pada Grand Prix 125cc tahun 1997, Rossi, yang membalap untuk Aprilia, bisa menjadi pemenang di seri balapan Indonesia. Ia finis pertama, diikuti Kazuko Sakata, dan terakhir Jorge Martinez.

25 tahun berselang, rider Italia kembali menorehkan sejarah di kejuaraan Moto3 Indonesia. Dennis Foggia bisa memenangi balapan Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Pebalap Leopard Racing itu memenangi race di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022). Foggia mengasapi Izan Guevara dan Carlos Taray.

Bagi Foggia, hasil positif di Mandalika menjadi kemenangan perdananya di musim 2022. Apakah ia bisa mengulangi sukses di 2021, di mana bisa keluar menjadi runner up? Atau bahkan memperbaikinya dan menjadi juara Moto3 2022?

(yna/yna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT