Quartararo: Juara Dunia Masa Senang Finis P7

Novitasari Dewi Salusi - Sport
Jumat, 22 Apr 2022 15:15 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 18: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team looks on during the press conference at the end of the qualifying practice during the MotoGP Of San Marino - Qualifying at Misano World Circuit on September 18, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Fabio Quartararo mengincar podium di MotoGP Portugal (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Sebagai juara dunia, Fabio Quartararo merasa tidak masuk akal ketika dia senang finis ketujuh di MotoGP Amerika Serikat lalu. Yamaha harus segera melakukan perbaikan.

Quartararo finis ketujuh di Circuit of The Americas (COTA) setelah start dari posisi keenam. Usai balapan, rider asal Prancis itu merasa cukup puas mengingat performa motor yang tidak maksimal.

Yamaha M1 bermasalah dengan power dan grip. Jelang balapan di MotoGP Portugal akhir pekan ini, Minggu (24/4/2022), Quartararo berharap ada perbaikan dari Yamaha.

"Harus (dapat update) karena, bayangkan, saya senang finis P7 di Austin. Terdengar konyol: juara dunia tahun lalu dan sekarang senang finis di posisi itu. Kami harus punya hal baru," ujar Quartararo seperti dilansir Crash.

Fabio Quartararo mengincar podium di Portimao agar tak tercecer dalam persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP. Pebalap berjuluk El Diablo itu saat ini ada di peringkat kelima klasemen MotoGP dengan 44 poin, tertinggal 17 poin dari Enea Bastianini yang ada di puncak.

"Di sini 50-50 buat kami. Tapi Jerez dan Le Mans trek yang penting buat kami. Kami tidak boleh membuat kesalahan," ucap Quartararo.

"Kalau kami ingin bertarung untuk kejuaraan, maka kesalahan tidak diperbolehkan jadi di trek seperti itu targetnya podium, atau akan sangat sulit ada di posisi yang bagus di akhir tahun."

Demi hasil maksimal di MotoGP Portugal, Fabio Quartararo siap habis-habisan sejak kualifikasi.

"Rencana saya adalah ngotot demi kualifikasi yang terbaik. Saya tidak punya rencana lain yang lebih baik," kata Quartararo.

(nds/krs)