ADVERTISEMENT

Bos Yamaha Akui Quartararo Memang Marah, tapi Tolak Salahkan Marquez

Okdwitya Karina Sari - Sport
Senin, 19 Sep 2022 13:10 WIB
Yamaha French rider Fabio Quartararo (L) and Honda Spanish rider Marc Marquez compete on their motorbikes during the Austrian Motorcycle Grand Prix at the Red Bull Ring race track in Spielberg, Austria on August 15, 2021. (Photo by Joe Klamar / AFP)
Fabio Quartararo marah setelah insiden dengan Marc Marquez merugikan dia di MotoGP Aragon 2022. (Foto: AFP/JOE KLAMAR)
Alcaniz -

Bos Yamaha Lin Jarvis mengungkapkan, Fabio Quartararo merasa kesal usai retired di MotoGP Aragon. Jarvis meyakini, insiden Quartararo wajar dalam balapan.

Pada balapan di MotorLand Aragon, Minggu (18/9/2022), Quartararo hanya bertahan kurang dari satu putaran. Rider Yamaha itu menabrak bagian belakang motor Marc Marquez lalu jatuh dan terseret sampai keluar lintasan.

Pada prosesnya, Quartararo mengalami cedera sehingga tak mampu melanjutkan balapan. El Diablo tidak mendapatkan cedera serius, namun insiden dengan Marquez itu sudah jelas mendatangkan kerugian besar dalam persaingan gelar juara dunia melawan Francesco Bagnaia.

Bagnaia sendiri finis kedua di belakang Enea Bastianini untuk memangkas jarak dengan Quartararo di klasemen MotoGP 2022. Saat ini Quartararo cuma memimpin 10 poin dari rider Ducati itu dengan sisa lima balapan.

Lin Jarvis memastikan Fabio Quartararo akan fit untuk balapan di MotoGP Jepang 2022, akhir pekan ini. Meski demikian, Jarvis tidak menyangkal Quartararo merasa marah akibat insiden itu, tapi menolak menyalahkan Marquez.

"Ini sudah pasti sebuah hari yang buruk bagi Fabio," ucap Lin Jarvis kepada Motogp.com. "Kabar baiknya dia baik-baik saja. Tidak ada masalah serius, dia mendapatkan luka lecet pada dada dan perutnya. Dia akan dalam kondisi terbaik untuk balapan selanjutnya di Motegi."

"Ini adalah sebuah insiden dalam balapan, kami telah menganalisis tiga atau empat kali untuk memahami apa yang telah terjadi. Sepertinya ketika ada berada di tengah-tengah rombongan pebalap, hal semacam ini bisa terjadi dan dia bersenggolan dengan bagian belakang motor Marc Marquez."

"Fabio memang marah, tapi dari apa yang kami lihat sepertinya itu adalah insiden dalam balapan. Itu adalah ketidakberuntungan, Marquez memperoleh posisi yang menguntungkan di awal balapan dan ketika balapan dengan agresif. Fabio hanya terlalu dekat saja dengan dia," imbuh Jarvis.

Lihat Video: Jarak dengan Quartararo Kian Menipis, Bagnaia Mulai Pikirkan Gelar

[Gambas:Video 20detik]



(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT