Jelang MotoGP Jerman
Perang Dingin di Repsol Honda
Rabu, 12 Jul 2006 14:49 WIB
Sachsenring - Punya dua pembalap jago memang menguntungkan Repsol Honda. Tetapi sebenarnya tiap balapan selalu ada ketegangan di garasi tim.Setelah melewati sembilan seri, Repsol Honda menempati posisi teratas klasemen tim dengan total nilai 280. Nicky Hayden yang memimpin klasemen pembalap, menyumbang 153 poin, sementara rekannya Dani Pedrosa 127.Namun sebenarnya ada ketegangan yang terkesan menjadi perang dingin antara Hayden dan Pedrosa. Kedua pembalap memiliki tim mekanik yang saling bersaing, tetapi bekerja di satu garasi.Perang dingin bukan berarti kedua kubu tidak saling membenci. Tetapi setidaknya ada tekanan saat balapan, jika salah satu pembalap tidak bisa tampil maksimal karena masalah motor.Di MotoGP terakhir di Inggris, tim mekanik Hayden terpaksa gigit jari karena hanya finis di urutan ketujuh. Sementara mekanik Pedrosa justru merayakan kemenangan."Bukan sesuatu yang salah jika Dani dan Nicky ingin yang terbaik. Kondisi ini malah baik untuk Repsol Honda. Masing-masing pembalap berhak mendapat kesempatan sama dan bersaing, tetapi sebenarnya mereka tetap saling dukung," ujar Direktur Teknik Repsol Honda Erv Kanemoto dalam situs resminya.Menjelang MotoGP di Sachsenring, Minggu (16/7/2006), Pedrosa punya kesempatan untuk semakin merapatkan jaraknya dengan Hayden. Tahun lalu saat masih di GP 250cc, pembalap 20 tahun itu tampil sebagai juara. Namun diakuinya membawa motor RC211V di MotoGP berbeda. "Dalam setahun ini, semua adalah baru bagi saya. Tetapi seperti biasanya, saya akan cepat belajar," ujar Pedrosa. (lom/)











































