Peringatan untuk Bagnaia: Jangan Ulangi 'Dosa' Rossi di 2006

ADVERTISEMENT

Peringatan untuk Bagnaia: Jangan Ulangi 'Dosa' Rossi di 2006

Adhi Prasetya - Sport
Sabtu, 22 Okt 2022 06:15 WIB
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 18: Francesco Pecco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team putts his helmet on in his box during the MotoGP race at Motorland Aragon Circuit on September 18, 2022 in Alcaniz, Spain. (Photo by Joan Cros Garcia - Corbis/Corbis via Getty Images)
Bagnaia saat ini sedang memimpin klasemen perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022. Foto: Corbis via Getty Images/Joan Cros Garcia - Corbis
Jakarta -

Francesco Bagnaia tengah memasuki fase genting dalam upaya merebut gelar juara dunia MotoGP 2022. Pebalap Ducati asal Italia itu diingatkan untuk tak mengulangi kesalahan yang pernah dialami seniornya, Valentino Rossi pada 2006 silam.

Musim ini, Bagnaia sempat tertinggal 91 poin dari Fabio Quartararo seusai MotoGP Jerman di Sachsenring. Saat itu ia baru memiliki 81 poin berbanding 172 milik Quartararo. Namun pada delapan balapan berikutnya, Bagnaia bangkit dan berhasil meraup 152 poin.

Sedangkan pada periode yang sama, Quartararo mengalami penurunan dan hanya meraih 47 poin, sehingga kini posisinya tertinggal dari Bagnaia dalam klasemen sementara. Bagnaia punya 233 poin, sedangkan Quartararo baru 219 poin.

MotoGP Malaysia di Sepang pada akhir pekan ini menjadi match point bagi Bagnaia untuk menyabet gelar juara dunia. Kalaupun gagal, masih ada MotoGP Valencia bulan depan sebagai penentu. Namun ia diingatkan agar tak terpeleset di dua balapan pamungkas tersebut.

Jangan sampai ia mengikuti jejak Rossi yang berhasil bangkit dari ketertinggalan pada musim 2006, namun membuat kesalahan fatal di balapan akhir sehingga harus merelakan gelar jatuh ke tangan Nicky Hayden.

"Saya tak tahu berapa kali kejadian (comeback) semacam ini terjadi dalam sejarah," ujar eks manajer Rossi di Yamaha, Davide Brivio kepada La Gazzetta dello Sport jelang MotoGP Malaysia akhir pekan ini.

"Saya teringat pertarungan Valentino dengan Nicky Hayden pada 2006, saat itu ada jarak 51 poin seusai Laguna Seca (Amerika Serikat), tak banyak memang. Dia (Rossi) tampil bagus saat itu, terlepas hasil akhirnya."

Pria yang turut membantu Joan Mir menjadi juara dunia MotoGP 2020 bersama Suzuki itu berharap Bagnaia tak jatuh ke 'lubang' yang sama dengan Rossi. Pecco, demikian sapaannya, harus bisa memanfaatkan keuntungan yang ada saat ini.

"Menurut saya, motornya (Bagnaia) memang memiliki performa bagus, namun dia juga merupakan pebalap terbaik Ducati saat ini, dia tahu bagaimana memaksimalkan motor yang ia punya," lanjut Brivio.

VALENCIA, SPAIN - OCTOBER 29: Nicky Hayden of the U.S. reacts after clinching the World MotoGP title after finishing third in the MotoGP race in the Ricardo Torma racetrack on October 29, 2006 in Valencia, Spain.  (Photo by Denis Doyle/Getty Images)Kenangan saat Hayden saat merayakan gelar juara dunia MotoGP 2006. Foto: Getty Images/Denis Doyle

"Dia sudah sampai sejauh ini, mari mainkan, jangan sampai kesempatan (juara dunia) ini terlewatkan," jelas Brivio.

Pada MotoGP 2006, Rossi yang tertinggal 51 poin usai balapan ke-11 (MotoGP Amerika Serikat) berhasil berbalik unggul delapan poin atas Hayden usai seri ke-16 di Estoril, Portugal. Namun saat balapan terakhir di Valencia, Rossi hanya finis ke-13.

Sedangkan Hayden, meski hanya finis ketiga, namun berhasil melampaui poin Rossi di klasemen akhir. The Kentucky Kid meraih 252 poin, sedangkan The Doctor cuma 247 poin. Melayanglah ambisi Rossi saat itu untuk juara dunia enam kali beruntun di kelas premier.

(adp/ran)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT