Dua Misi Capirossi di Motegi

Jelang MotoGP Jepang

Dua Misi Capirossi di Motegi

- Sport
Kamis, 21 Sep 2006 11:57 WIB
Dua Misi Capirossi di Motegi
Hiyama - Loris Capirossi punya dua misi saat MotoGP digelar di Motegi, akhir pekan ini. Selain mengulang sejarah manis musim lalu, rider Italia itu ingin menundukkan Honda dikandangnya.Musim lalu performa Capirossi di Motegi memang sangat memuaskan dengan meraih tiga 'mahkota'. Selain mampu menyelesaikan lomba di podium teratas, pembalap Ducati Marlboro Team itu sebelumnya juga meraih pole position dan dilanjutkan dengan mencatat rekor lap.Maka saat seri selanjutnya akan digelar di sirkuit yang sama, Minggu (24/9/2006) mendatang, Capirossi pun mengaku tak sabar untuk segera beraksi. Mengulang prestasi musim lalu adalah target prestisius yang dicanangkan pembalap 33 tahun itu. "Musim lalu meraih kemenangan di Motegi adalah sesuatu yang sangat spesial buat kami. Saya sangat berhasrat untuk menjalani balapan yang sama nanti karena saya sangat benci balapan pekan lalu dengan cuaca yang menjadi penentu," sahut Capirossi seperti dilansir situs resmi Ducati, Kamis (21/9/2006).Berlaga di Motegi yang menjadi markas Honda tentu akan sulit mengingat pembalap tuan rumah akan berusaha meraih kemenangan di kandang sendiri. Tapi Capirossi tak pesimis, ia malah menyebut kemenangan yang diraihnya musim lalu terhitung mudah dan berniat diulang musim ini."Untuk Ducati, meraih kemenangan di rumah pabrikan Jepang sangat mengagumkan, buat saya dan semua orang yang terlibat di dalam tim ini. Melihat ke musim lalu, Motegi adalah salah satu balapan termudah kami dengan setting motor dan ban kami bekerja dengan sangat baik. Kali ini kami akan berusaha maksimal untuk kembali meraih kemenangan," tambah mantan juara dunia 250 cc itu.Di klasemen sementara Capirossi berada di urutan lima dengan nilai 180 dan terpaut 45 angka dengan Nicky Hayden di puncak klasemen. Dengan tiga seri tersisa peluang rider yang juga sempat menunggangi Honda itu untuk menjadi juara dunia sebenarnya masih terbuka walau terbilang sulit karena ia harus meraih hasil maksimal dan pesaingnya tampil buruk. (din/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads