Memang Bukan untuk Rossi

Memang Bukan untuk Rossi

- Sport
Senin, 30 Okt 2006 04:00 WIB
Memang Bukan untuk Rossi
Valencia - Kerja keras Valentino Rossi akhirnya sia-sia. Namun melihat kiprahnya musim ini, gelar juara dunia seakan memang ditakdirkan bukan untuknya.Rossi adalah pembalap yang paling banyak menjadi juara seri musim. Dari 17 balapan, Rossi menang lima kali. Rivalnya Nicky Hayden hanya dua, sementara Loris Capirossi dan Marco Melandri sama-sama tiga kali.Pembalap lain yang juga mencatatkan namanya sebagai juara seri antara lain Dani Pedrosa (2 kali), Toni Elias dan Troy Bayliss. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan musim 2006.Musim ini juga merupakan pertama kalinya dalam 14 tahun, juara dunia MotoGP ditentukan sampai seri terakhir. Bahkan untuk seorang The Doctor, tekanan seperti ini adalah hal baru meski sudah enam kali berturut-turut menjuarai MotoGP.Rossi bukannya tidak punya kesempatan bagus. Justru pembalap 27 tahun itu menghadapi seri terakhir Valencia sebagai pimpinan klasemen, status yang baru direbut dari Hayden di Portugal dua pekan sebelumnya. Namun peluangnya musnah akibat kesalahan sendiri.Jatuhnya Rossi di lap kelima GP Valencia memang menjadi antiklimaks. Namun sebenarnya sepanjang musim ini, Rossi bersama Camel Yamaha terlalu banyak mendapat masalah. Hal yang tidak tidak terjadi di dua musim pertama kebersamaan mereka.Seri perdana di Jerez, Rossi tidak beruntung. Jatuh karena disenggol Toni Elias, Rossi hanya bisa finis ke-14. Inilah awal penampilan tidak meyakinkan Rossi-Yamaha.Seri berikutnya di Qatar Rossi juara, tetapi tiga seri kemudian tidak naik podium bahkan gagal finis di Shanghai dan Lemans. Di tahap ini, spekulasi kepindahan Rossi ke Formula 1 bersama Ferrari semakin kencang. Apalagi pembalap Italia itu sangat rajin melakukan test drive.Fokus Rossi mulai dipertanyakan. Apalagi dia sendiri mengakui dirinya sempat berencana pindah ke F1. Namun menjelang seri keenam di Italia, Rossi membuat keputusan penting. Dirinya akan tetap di MotoGP bersama Yamaha.Pernyataan Rossi dirayakan dengan kemenangan di Mugello dan Catalunya. Tetapi kembali inkonsistensinya muncul, hingga tertinggal 51 poin dari Hayden di Laguna Seca.Motor YZR-M1 cukup beragam. Mulai dari chatter, engine, hingga setingan ban. Semuanya baru terlihat jauh lebih baik di seri ke-12 Brno. Dalam enam seri berturut-turut, Rossi selalu meraih hasil lebih baik dari Hayden.Puncaknya di Estoril, tabrakan dua pembalap Repsol Honda membuat Rossi memimpin klasemen untuk pertama kali musim ini.Namun harapan yang muncul ternyata hanya sesaat. Di Valencia, The Doctor justru membuang kesempatannya. Entah kapan terakhir kali terjadi, tetapi Rossi benar-benar kehilangan kendali atas motornya. Terjatuh di lap kelima, kembali berusaha mengejar, hanya untuk menyampaikan selamat kepada Hayden. Kompetisi musim 2006 memang bukan untukmu, Rossi! (lom/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads