Badai Hayden Sudah Berlalu
Kamis, 01 Mar 2007 18:43 WIB
Jerez - Musim 2007 adalah tahun yang berat bagi Nicky Hayden. Musim balapan belum dimulai, deretan masalah menghadang. Namun kini badai masalah yang jadi problem sudah berlalu.Menjelang dimulainya musim balapan 2007, Hayden akhirnya bisa menarik nafas lega dan bersikap optimistis. Bagaimana tidak, juara bertahan MotoGP itu menjalani pre-season yang jauh dari kata lancar.Pembalap AS itu harus membiasakan diri dengan tunggangan RC212V bermesin 800 cc setelah empat tahun membalap dengan motor 990 cc. Masa adaptasi itu ditambah berat karena rasa sakit usai operasi di bahu kanannya kerap masih terasa. Dibanding rekannya Dani Pedrosa, adaptasi Hayden juga jauh lebih terjal. Perawakan besar dan pengalaman minim mengendarai motor bermesin kecil membuat masa transisi bukan perkara gampang buat Hayden jika dibandingkan dengan Pedrosa.Secara teknis, digunakannya ban baru Michelin juga membuat Hayden sulit menemukan kenyamanan. Ditambah dengan problem kopling motor, rasa frustrasi pun akhirnya hinggap.Namun badai problematika yang mengitari pembalap 25 tahun itu akhirnya tuntas setelah uji coba terakhir pre-season di Jerez, Spanyol. Hayden mengaku dirinya sudah mendapatkan terobosan baru dan kepercayaan diri itu akan jadi modalnya menghadapi musim depan. "Saya kini ingin berujar lantang "Hei! Saya hebat, semuanya sempurna!", tapi musim ini semuanya memang tidak sesederhana itu. Motor yang kami kendarai mendapat perubahan walaupun sebenarnya tidak radikal. "Namun kini rasanya kami tahu bagaimana cara mengendarainya agar bisa lebih baik. Kami baru akan benar-benar menyempurnakannya saat kompetisi berjalan," ujar Hayden seperti dilansir Eurosport, Kamis, (1/3/2007).Menghadapi musim balapan mendatang, Hayden yakin tidak akan mudah mengulangi kesuksesan menjadi nomor satu seperti musim lalu. Tapi dia berjanji akan berusaha ekstra keras demi mempertahankan angka nomor satu di motornya."Tentu saja, saya sudah berusaha keras untuk mendapat nomor ini. Mempertahankannya pasti jauh lebih sulit, karena Dani (Pedrosa) dan Valentino (Rossi) sangat tangguh di ujicoba," tandas dia. (krs/a2s)











































