Jelang MotoGP China
Milik Ducati?
Rabu, 02 Mei 2007 12:58 WIB
Jakarta - Dengan tenaga besar Desmosedici GP7, Sirkuit Shanghai harusnya mudah ditaklukkan Ducati. Ditambah Valentino Rossi yang bermasalah dengan ban, inikah tanda Ducati kembali mendominasi?Paket GP7, ban Bridgestone dan Casey Stoner tak bisa dipungkiri menjadi momok menakutkan di pentas persaingan MotoGP awal musim ini. Dua gelar dari tiga seri yang sudah digelar musim ini merupakan contoh mudah menunjukkan kehebatan tim Italia itu.Ketangguhan Stoner dan Ducati sangat mungkin berlanjut di MotoGP China akhir pekan ini. Setidaknya ada beberapa faktor yang membuat mereka layak diunggulkan untuk merajai sirkuit yang baru dibuka tahun 2004 lalu itu.Yang pertama tentu saja tenaga besar yang dimiliki GP7 musim ini. Kelebihan tersebut bahkan bisa memberi efek menguntungkan yang berlipat ganda jika melihat trek yang dimiliki Shanghai International Circuit yang memiliki sebuah lintasan lurus sepanjang 1202 meter -- lintasan lurus terpanjang di semua seri MotoGP."Banyak orang bilang Shanghai akan mudah buat kami karena ada sua lintasan lurus, tapi saya pikir tidak demikian. Top speed bukan segalanya," sahut Stoner di Motorcycle USA, Rabu (2/5/2007).Stoner dan Ducati boleh saja merendah dengan peluang mereka di balapan akhir pekan ini. Namun kesempatan mereka untuk kembali berada di podium teratas memang sangat terbuka lebar, kondisi pesaing utamanya (Valentino Rossi) yang belum stabil menjadi alasan lain mengunggulkan duet pabrikan asal Italia dan pembalap Australia itu.Dari segi tenaga saja Ducati masih lebih unggul atas Yamaha. Itu masih harus ditambah masalah ban yang menghantui di MotoGP Turki tiga pekan lalu.Masalah pada ban Michelin yang memaksa Rossi finis di posisi 10 seri Bahrain lalu bisa jadi terulang di Shanghai akhir pekan ini. Pabrikan ban asal Prancis itu memang sudah melakukan pemeriksaan atas masalah tersebut dan menjanjikan ban baru buat Rossi, namun masalah yang sama tetap saja berpeluang kembali menghampiri.Fakta bahwa Shanghai merupakan salah satu sirkuit yang tak menggelar ujicoba pra-musim -- sama seperti Istanbul -- yang membuat seluruh tim tak memiliki data yang memadai, harus lebih dicermati Michelin. "Saya tahu kondisi sirkuit kurang ideal buat kami. Mungkin lintasan lurus itu harus dibagi dua, satu untuk Ducati dan satu lagi buat tim lainnya," seloroh Rossi mengomentari keunggulan tenaga Ducati.Juga berpotensi menyodok ke podium teratas adalah Dani Pedrosa. Apalagi pembalap Repsol Honda itu punya kenangan manis di Shanghai saat merengkuh gelar juara pertamanya di kelas MotoGP musim lalu."Ini bukan sirkuit favorit saya -- tak ada keseimbangan antara lintasan lurus tikungan lambat. Tapi tentu saja saya punya kenangan indah saat pertama kali menjadi juara MotoGP tahun lalu," singkat rider Spanyol itu. (din/lom)











































