Raih 5 Kemenangan Beruntun, Bezzecchi Ikuti Jejak Para Legenda MotoGP

Raih 5 Kemenangan Beruntun, Bezzecchi Ikuti Jejak Para Legenda MotoGP

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Senin, 30 Mar 2026 12:30 WIB
Mar 29, 2026; Austin, TX, USA; Aprilia Racing Team Marco Bezzecchi (72) rides during warmups before the start of the 2026 MotoGP Red Bull Grand Prix of the United States at Circuit of The Americas Austin. Mandatory Credit: Jerome Miron-Imagn Images
Foto: IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Jerome Miron
Jakarta -

Marco Bezzecchi melanjutkan start impresifnya di MotoGP 2026. Tiga kemenangan di awal musim ini membuatnya merangkai total lima kemenangan dari tahun lalu.

Marco Bezzecchi kembali tampil sebagai juara di MotoGP Amerika Serikat 2026. Dalam balapan di Circuit of the Americas, Senin (30/3/2026) dini hari WIB, pebalap Aprilia itu mengungguli rekan setimnya, Jorge Martin, dan pebalap KTM Pedro Acosta.

Ini merupakan kemenangan ketiga beruntun Bezzecchi di tiga balapan utama musim ini, setelah pada seri pembuka di Thailand lalu di Brasil. Jika digabung dengan kemenangan di dua seri penutup tahun lalu yakni di Portugal dan Valencia, artinya pebalap 27 tahun tersebut sudah meraih lima kemenangan beruntun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu bukan catatan yang biasa karena sebelumnya hanya ada tujuh pebalap yang bisa melakukannya di kelas primer (500cc/MotoGP). Mereka adalah Geoff Duke, John Surtees, Mike Hailwood, Giacomo Agostini, Mick Doohan, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

ADVERTISEMENT

Lebih mengesankan lagi, Bezzecchi memenangi lima balapan itu dengan memimpin di seluruh putarannya. Itu juga mengantarnya ke sebuah rekor, usai memimpin di total 121 putaran.

Bezzecchi melewati rekor Jorge Lorenzo yang sebelumnya memimpin di 103 lap. Menang, menggapai rekor-rekor, dan sejajar dengan para legenda, Bezzecchi pun tak bisa berkata-kata.

"Saya tak bisa berkata-kata. Sangat sulit untuk menggambarkan emosi saya, bagaimana perasaan saya terutama hari ini," ungkapnya di situs MotoGP.

"Agak aneh mendengar nama saya bersanding dengan para legenda ini, seperti Vale, seperti Marc. Dan cukup beruntung untuk bersaing dengan mereka, Marc misalnya, pebalap tercepat dan terkuat di MotoGP saat ini."

"Ini adalah privilege. Ada tekanan tapi juga sebuah privilege. Saya merasa sangat bangga bisa ada di sini, untuk bisa mengukir catatan ini. Itu cuma angka-angka."

"Kami harus tetap fokus, tetap rendah hati, itu sudah selalu menjadi cara saya untuk menghadapi segala sesuatu. Tapi pada akhirnya saya juga harus menikmatinya. Jadi hari ini saya akan menikmatinya tapi mulai besok saya akan mulai bekerja lagi."




(raw/raw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads