VR46 Racing Team berniat melanjutkan kerja sama dengan Fabio Di Giannantonio. Namun, jika gagal mempertahankan Diggia VR46 sudah menyiapkan rencana lain.
Tim satelit Ducati tinggal merekrut satu pebalap lagi setelah mengamankan jasa Fermin Aldeguer untuk musim depan. Kontrak Di Giannantonio sendiri akan selesai pada akhir musim 2026.
Sementara itu, Di Giannantonio sedang menikmati start yang kuat. Rider Italia itu dua kali finis ketiga balapan grand prix, ditambah sekali runner-up sprint, dan dua kali jadi pole sitter. Di Giannantonio berhak menempati peringkat ketiga klasemen MotoGP dengan perolehan 71 poin, selisih 30 poin dari Marco Bezzecchi di puncak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama, [ketertarikan pada Di Giannantonio ] membuat saya sangat senang," ujar bos VR46 Uccio Salucci kepada Motorsport. "Saya ingat dua tahun lalu ketika kami merekrut dia -- tidak banyak yang tertarik pada dia. Kami percaya dia, dan sekarang dia banyak peminatnya, yang mana hal bagus."
"Di samping itu, ini membuat banyak hal lebih rumit. Dia itu prioritas kami, dan kami sedang berusaha membangun sebuah tawaran yang menyamai Di Giannantonio yang sekarang -- baik secara teknis dan secara finansial."
"Mudah-mudahan kami sukses dan dia memilih bertahan dengan kami untuk bertahun-tahun ke depan," sambung orang kepercayaan legenda MotoGP Valentino Rossi ini.
Namun, VR46 bukan satu-satunya tim yang menginginkan tanda tangan Fabio Di Giannantonio. Belum lama ini, terungkap bahwa rider berusia 27 tahun itu laris peminat. Salucci mengungkapkan sejumlah opsi jika harus kehilangan Diggia.
"Ada Luca Marini -- kami tidak tahu apakah dia akan bertahan di Honda. Anda tidak akan pernah tahu dengan Morbidelli juga -- kami banyak bekerja sama dengan dia. Saya toh menyukai [rider Moto2] Celestino Vietti, dia menyayangi dia. Dan mengapa tidak Nicolo Bulega? Masih ada banyak situasi yang terbuka buat kami," dia menambahkan.
(rin/adp)











































