Marc Marquez Tak Nikmati Assen: Risikonya Terlalu Tinggi!

Marc Marquez Tak Nikmati Assen: Risikonya Terlalu Tinggi!

Kris FW - Sport
Sabtu, 27 Jun 2026 12:45 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - FEBRUARY 06: Marc Marquez of Spain and Ducati Lenovo Team smiles at the 6th floor of the Permata Sapura Tower during MotoGP season launch on February 06, 2026 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Mirco Lazzari/Getty Images)
Foto: Getty Images/Mirco Lazzari
Jakarta -

Marc Marquez mengaku tidak menikmati membalap di Sirkuit Assen, Belanda. Juara bertahan MotoGP itu menilai risiko di lintasan legendaris tersebut terlalu besar sehingga membuatnya memilih bermain aman pada hari pertama MotoGP Belanda 2026.

Momentum positif Marquez sedikit terhenti pada sesi latihan, Jumat (26/6/2026). Pebalap Ducati Lenovo itu sempat mengalami kecelakaan di FP1 sebelum menutup sesi Practice di posisi keenam.

Marquez juga memutuskan tidak kembali ke lintasan setelah sesi sempat dihentikan akibat red flag menyusul kecelakaan adiknya, Alex Marquez. Sementara itu, Marco Bezzecchi memimpin Practice dengan membawa Aprilia finis satu-dua.

Meski hanya berada di posisi keenam, Marquez mengaku puas karena target utamanya hanyalah mengamankan tiket langsung ke Q2. "Target saya adalah finis di 10 besar. Ketika melihat catatan waktu saya sudah cukup bagus, saya memilih tetap berada di garasi. Besok masih ada hari lain," kata Marquez seperti dilansir Crash.net.

"Saya langsung sadar bahwa saya memang biasanya kesulitan di sirkuit ini. Tahun ini bahkan akan sedikit lebih sulit dibanding musim-musim sebelumnya. Jadi, targetnya sekarang adalah bertahan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Merasa Tidak Nyaman

Marquez mengungkapkan karakter Assen memang tidak cocok dengan gaya membalapnya. Menurut pebalap Spanyol itu, lintasan yang sempit, sangat cepat, dan dipenuhi perubahan arah secara beruntun membuat kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

"Sirkuit ini terlalu cepat, perubahan arahnya juga sangat cepat, dan lintasannya sempit. Kalau melakukan sedikit saja kesalahan, harganya bisa sangat mahal."

"Saya memang tidak membalap dengan nyaman, tetapi saya masih bisa melaju dengan cukup baik. Di sektor pertama saya merasa oke, tetapi di sektor dua, tiga, dan empat saya benar-benar tidak menikmatinya," ujar Marquez.

Menariknya, Marquez mengaku sebenarnya tidak menyukai Assen meski pernah tiga kali menang di kelas utama, termasuk menyapu bersih Sprint Race dan race utama Grand Prix musim lalu. Menurutnya, area run-off di Assen juga membuat risiko kecelakaan semakin besar.

"Saya memang tidak menyukai sirkuit ini. Padahal saya pernah menang di sini. Lintasannya sangat cepat, sempit, dan area run-off dipenuhi batu kerikil yang sangat besar. Memang sesuai regulasi, tetapi... Ini tipe sirkuit yang membuat saya berharap turun hujan. Sayangnya, sepertinya itu tidak akan terjadi tahun ini. Jadi ya, kami hanya berusaha bertahan."

Meski demikian, Marquez menegaskan seorang pebalap profesional harus mampu tampil maksimal di semua karakter sirkuit. "Layout sirkuitnya sebenarnya bagus dan saya menyukainya. Tetapi risiko yang harus diambil di sirkuit ini sangat tinggi, dan itulah yang tidak saya sukai."

"Pada akhirnya kami adalah pebalap profesional. Tidak mungkin menyukai semua dari 22 sirkuit, 22 akhir pekan balapan, atau 44 balapan dalam semusim. Jadi Anda harus tetap profesional dan memberikan 100 persen kemampuan. Tahun lalu saya menang di Sprint dan balapan utama di sini, dan tahun ini kami akan mencoba melakukan yang terbaik," kata Marquez.

(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads