Sebelum memperpanjang kebersamaan dengan Ducati, Marc Marquez sempat melakukan komunikasi informal dengan Honda yang pernah ia bela. Tapi MM93 menolak peluang balik ke Honda meski mengakui reuni dengan pabrikan Jepang itu akan menjadi kisah yang "sangat romantis".
Pekan lalu, Ducati mengumumkan perpanjangan kontrak Marquez hingga akhir musim MotoGP 2028. Mulai musim 2027, pebalap Spanyol berusia 33 tahun itu juga akan mendapat rekan setim baru, Pedro Acosta, yang menggantikan Francesco Bagnaia.
Sebelum memperpanjang kontrak, sempat muncul kabar bahwa Honda berusaha memulangkan Marquez. Maklum, bersama Honda pada periode 2013-2023, ia meraih enam dari tujuh gelar juara dunia MotoGP yang dimilikinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez mengakui memang sempat berkomunikasi dengan mantan timnya. Namun, pembicaraan itu tidak pernah berkembang menjadi negosiasi resmi.
"Honda tetaplah Honda, dan saya mengenal banyak orang di sana. Tidak pernah ada pertemuan resmi karena saya ingin mendengar lebih dulu apa yang ditawarkan Ducati," kata Marquez kepada DAZN, dikutip Marca.
Menurutnya, Ducati selalu menjadi prioritas selama ia merasa mendapatkan kepercayaan dari tim asal Italia tersebut. "Kalau Ducati memberikan tawaran yang membuat saya nyaman, dengan syarat yang membuat saya merasa dihargai, tidak ada alasan bagi saya untuk pindah."
"Jadi memang ada pembicaraan yang sifatnya informal. Tetapi sejak awal saya sudah mengatakan ingin mendengarkan Ducati terlebih dahulu. Sejak awal hubungan kami dengan Ducati langsung cocok, dan itu adalah hal yang paling penting," ujarnya.
'Sangat Romantis, Tapi...'
Marquez tak menampik bahwa kembali ke Honda akan menjadi cerita yang emosional. Tapi ia menegaskan keputusan besar dalam karier tidak bisa didasarkan hanya pada perasaan.
"Sejujurnya, itu akan menjadi kisah yang sangat romantis. Tapi romantisme lebih cocok ada di dunia film. Tentu saja, gagasan itu sangat romantis dan saya memang memiliki keinginan besar untuk melakukannya."
"Saya sudah mengambil cukup banyak risiko di lintasan. Kadang-kadang Anda harus membuat keputusan dengan kepala, bukan dengan hati. Itulah yang saya lakukan dalam keputusan terakhir saya, dan ternyata hasilnya sangat baik," ujar juara dunia sembilan kali itu.
Keputusan Marquez bertahan di Ducati juga berdampak pada bursa pebalap MotoGP. Sebelumnya, Pedro Acosta sempat dikabarkan siap bergabung dengan Honda apabila Marquez memutuskan pulang ke pabrikan Jepang.
Namun, skenario tersebut tidak pernah terwujud. Sebaliknya, Acosta justru akan menjadi tandem baru Marquez di tim pabrikan Ducati mulai musim 2027.
MotoGP 2026 sendiri akan kembali bergulir pada pertengahan Juli melalui MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, yang menjadi seri pertama setelah jeda singkat usai balapan di Assen pada akhir pekan lalu.
(krs/aff)










































