Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2026 berkat 'Strategi Jumat'?

Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2026 berkat 'Strategi Jumat'?

Kris FW - Sport
Jumat, 17 Jul 2026 10:30 WIB
MotoGP - Grand Prix of Netherlands - TT Circuit Assen, Assen, Netherlands - June 28, 2026 Ducati Lenovo Teams Marc Marquez reacts after the MotoGP race REUTERS/Omar Havana
Foto: REUTERS/Omar Havana
Jakarta -

Marc Marquez mengungkap salah satu kunci kebangkitannya di MotoGP 2026. Juara bertahan itu mengaku sengaja mencari batas kemampuan motor sejak sesi latihan hari Jumat agar tak melakukan kesalahan fatal saat balapan.

Persaingan perebutan gelar juara MotoGP 2026 memang berjalan sangat ketat. Lima pebalap teratas klasemen hanya dipisahkan 24 poin, sehingga konsistensi diyakini bakal menjadi penentu siapa yang keluar sebagai juara dunia di akhir musim.

Marquez menjadi salah satu pebalap dengan performa paling stabil dalam beberapa seri terakhir. Setelah menyapu bersih Sprint Race dan Grand Prix Jerman, pebalap Ducati Lenovo itu kini naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dan hanya berjarak 18 poin dari pemuncak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebangkitan itu terasa signifikan. Saat kembali balapan usai menjalani operasi saraf kejepit di lengan kanannya selepas MotoGP Italia di Mugello, Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari puncak klasemen. Kini selisihnya tinggal 18 poin.

"Musim ini motor Aprilia melaju sangat cepat. Mereka juga terus meningkatkan levelnya," kata Marquez, merujuk pada performa Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi, seperti dilansir Crash.net.

Marquez kemudian menjelaskan pendekatan yang kini selalu diterapkannya sejak awal akhir pekan balapan. Strategi ini muncul setelah Marquez menjalani awal musim yang penuh frustrasi. Saat kondisi saraf di lengan kanannya masih bermasalah, ia mengaku sering terjatuh tanpa mengetahui penyebabnya.

"Saya mencoba melakukan kesalahan pada hari Jumat. Saya memulai hari Jumat dengan mengandalkan insting," ujar pebalap asal Spanyol itu.

"Saya lebih memilih terjatuh saat itu untuk memahami di mana batasnya. Dengan begitu saya bisa bertahan saat balapan di beberapa sirkuit, seperti yang saya lakukan di Assen."

"Pada awal musim, ketika saraf saya bermasalah, saya sering terjatuh tanpa ada peringatan. Sekarang kondisi fisik saya justru membatasi saya di beberapa area. Itu membantu saya memahami batas kemampuan," tuturnya.

Perubahan pendekatan itu mulai membuahkan hasil. Dalam lima seri sejak Mugello, Marquez menjadi pebalap dengan perolehan poin terbanyak, yakni 133 poin. Hanya Ai Ogura yang mampu mendekatinya dengan 117 poin.

Meski begitu, Marquez mengakui paruh pertama MotoGP 2026 menjadi salah satu periode paling berat dalam kariernya. Hingga seri Jerman, ia sudah mengalami 11 kali kecelakaan, hampir menyamai total 14 crash yang dialaminya sepanjang musim 2025.

"Anda tidak bisa membayangkan betapa berat dan menegangkannya paruh pertama musim ini bagi saya," ujar Marquez.

"Lima balapan pertama sangat sulit karena saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terus terjatuh tanpa tahu penyebabnya. Saraf saya sama sekali tidak memberi peringatan."

(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads