Toprak Razgatlioglu Kadang Lupa Masih Rookie di MotoGP

Toprak Razgatlioglu Kadang Lupa Masih Rookie di MotoGP

Kris FW - Sport
Kamis, 30 Jul 2026 09:45 WIB
SIENA, ITALY - JANUARY 13: Turkish Red Bull rider Toprak Razgatlioglu attends the launch event of the Prima Pramac Yamaha motorcycle, which he will ride in the 2026 MotoGP season, at the Accademia Musicale Chigiana in Siena, Italy, on January 13, 202
Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Jakarta -

Toprak Razgatlioglu mengakui dirinya terkadang lupa bahwa musim 2026 merupakan tahun debutnya di MotoGP. Sebagai pebalap yang terbiasa meraih kemenangan, rider Pramac Yamaha itu mengaku kerap kecewa ketika hasil di lintasan tak sesuai harapan.

Toprak resmi naik ke MotoGP musim ini setelah menandatangani kontrak multi-tahun dengan Yamaha. Tiga gelar juara dunia World Superbike membuat ekspektasi terhadap pebalap asal Turki tersebut langsung melambung.

Namun sejak awal, Yamaha dan Toprak sudah menegaskan bahwa musim 2026 akan menjadi masa adaptasi. Tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan diri dengan karakter ban depan Michelin, sebelum MotoGP beralih menggunakan ban Pirelli mulai musim 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga 11 seri berjalan, Toprak berada di peringkat ke-21 klasemen MotoGP dengan koleksi 12 poin. Hasil terbaiknya sejauh ini adalah finis di posisi ke-11 pada MotoGP Hungaria. Meski menyadari musim ini merupakan fase belajar, Toprak mengaku tidak mudah menerima kenyataan ketika gagal bersaing di barisan depan.

"Saya adalah pebalap yang terbiasa menang," kata Toprak dalam wawancara dengan situs resmi MotoGP.

"Saat menandatangani kontrak di MotoGP, saya tahu musim pertama tidak akan mudah. Saya berusaha tetap kuat, tetapi terkadang situasi yang saya hadapi juga tidak mudah dipahami. Ini memang musim untuk belajar, tetapi kadang-kadang saya lupa akan hal itu."

Toprak mengakui mental menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi. Naluri untuk selalu mengejar kemenangan membuatnya mudah merasa kecewa saat hasil yang diinginkan tak kunjung datang.

"Sebagai pebalap, Anda selalu menginginkan hasil yang bagus. Ketika hasil itu tidak datang, otomatis Anda merasa terpuruk."

Menurutnya, menjaga kondisi mental sama pentingnya, bahkan lebih penting, dibanding kebugaran fisik. "Kondisi fisik memang sangat penting, tetapi mental jauh lebih penting. Kalau motivasi Anda tinggi, semuanya akan terasa lebih mudah."

Di balik statusnya sebagai juara dunia World Superbike tiga kali, Toprak menegaskan dirinya tidak pernah berubah.

"Karakter saya tidak pernah berubah. Saya tidak akan pernah menjadi seorang superstar karena saya memang tidak menyukai hal itu. Di luar lintasan, saya tetap Toprak yang biasa. Itu tidak akan pernah berubah."

(krs/ran)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads