Ducati Pamerkan Desmosedici GP8

Ducati Pamerkan Desmosedici GP8

- Sport
Rabu, 09 Jan 2008 02:30 WIB
Ducati Pamerkan Desmosedici GP8
Madonna di Campiglio - Ducati menjadi tim pertama yang meluncurkan motor untuk musim 2008. Di kawasan ski Madonna di Campiglio, Italia, juara MotoGP 2007 itu secara resmi meluncurkan Desmosedici GP8.

Sebenarnya ini bukan kali pertama GP8 diperkenalkan pada publik karena akhir tahun lalu motor yang sama bahkan sudah melakukan ujicoba di sirkuit. Namun baru sekaranglah pabrikan Italia itu secara resmi me-launching suksesor GP7.

Seremoni peluncuran yang dilakukan di kawasan ski Madonna di Campiglio, Italia, Selasa (8/1/2008) waktu setempat berlangsung menarik. Casey Stoner bersama rekan barunya Marco Melandri harus memecahkan bongkahan es yang menutupi GP8 sebelum para undangan dan wartawan bisa menyaksikan motor tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah resmi diluncurkan tapi Ducati belum membeberkan detil karakteristik GP8. Rencananya baru Rabu (9/1/2008) ini waktu setempat CEO dan Direktur Umum Ducati, Claudio Domenicali, akan mengadakan konferensi pers untuk memaparkan inovasi terbaru di motor tersebut.

"Saya senang bisa memulai musim baru dengan motor yang sama dan tim yang sama, ini adalah yang pertama sejak saya mulai membalap. Ini adalah moment yang indah. Saya bahagia bisa berada di sini meskipun itu berarti saya harus merayakan ulang tahun perkawinan saya yang pertama di atas pesawat dalam penerbangan dari Australia," ungkap Stoner di Crash, Rabu (9/1/2008).

Selain peluncuran GP8, acara tersebut sekaligus menjadi perkenalan resmi pertama bagi Melandri yang musim lalu masih memperkuat Honda Gresini.

"Saya merasa hebat dengan merah," senyum rider Italia itu. "Saya senang bisa jadi bagian keluarga Ducati. Saya memimpikan mengendarai Ducati sejak pertama meilhatnya. (Musim ini) tidak akan mudah, tapi saya antusias menyambutnya dan saya siap memberikan komitmen saya pada mereka yang menginginkan saya di sini," lanjut Melandri.

Musim lalu komposisi Ducati dan Bridgestone mengantar Stoner menjadi juara dunia termuda kedua sepanjang sejarah setelah memenangai 10 dari 18 seri yang digelar. (din/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads