Tahun 2007 adalah masa jaya Ducati. Sebagai sebuah tim yang skalanya kalah jauh dibanding Honda atau Yamaha, pabrikan Italia itu memenangi 10 GP bersama Casey Stoner plus satu kemenangan sumbangan Loris Capirossi.
Sebagai juara bertahan, wajar bila kemudian Ducati jadi 'sasaran tembak' tahun ini. Semua tim mengincar posisi mereka. Lantas, siapa pesaing terberat mereka?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya saat ada perubahan aturan, seperti tahun 2002, Honda-lah yang paling siap. Kecuali tahun 2007, mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka sendiri," imbuh Domenicali.
Sebagai catatan, tahun 2002 adalah saat jenis motor di MotoGP diubah dari motor dua langkah 500 cc menjadi 990 cc empat langkah. Sedangkan tahun 2007, kapasitas mesin dikurangi hanya jadi 800 cc.
Tahun lalu, Honda memang tidak cukup berprestasi. Meski mengantar Dani Pedrosa menjadi runner-up dunia di bawah Stoner, secara keseluruhan pabrikan asal Jepang itu hanya memenangi dua seri, keduanya melalui upaya Pedrosa. Jumlah ini kalah satu seri dibanding yang dimenangi Yamaha.
"Honda membuat saya takut tahun ini. Saya pikir mereka bisa berbuat kesalahan sekali, tapi tidak dua kali," tuntas Domenicali seperti memberi peringatan kepada Ducati.
(arp/a2s)











































