Alasannya sederhana saja. Musim lalu Pedrosa mampu duduk di posisi dua klasemen pembalap, sementara Rossi terlempar ke urutan tiga.
"Tahun lalu Valentino Rossi tidak finish di posisi dua, tapi ketiga. Karena itulah saya harus lebih khawatir pada pedrosa. Anyway, lebih baik dikejar daripada mengejar," ungkap Stoner di Autosport, Kamis (21/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tak mungkin bisa mempertahankan ini (status nomor satu) tanpa kerja keras. Saat ini sesi ujicoba pra musim berjalan sangat baik. Kami terus mengembangkan motor di banyak bagian yang musim lalu butuh perbaikan. Jadi saat ini saya merasa nyaman," lanjut Stoner.
Ini bukan kali pertama Stoner melancarkan psywar pada Rossi. Di awal tahun ini dia juga sempat "menyerang" Rossi namun sang juara dunia tujuh kali di kelas yang berbeda itu memilih aksi diam tak tak membalas.
"Saya tak berharap terlalu banyak di musim ini. Saya hanya akan berusaha melakukan hal yang sama seperti kami lakukan tahun lalu (menjadi juara) dan bekerja keras untuk hal itu," pungkas Stoner. (din/a2s)











































