Kurang lebih 10 jam ke depan, jutaan pasang mata bahkan lebih akan menyaksikan sebuah atraksi terbaru dari dunia balap motor. Dengan sorotan sekitar 3.600 lampu berkekuatan 5,4 juta watt, kompetisi MotoGP rasa baru dimulai di sirkuit yang di siang hari panas minta ampun, Losail, Qatar.
Akan tetapi menurunkan sedikit suhu sirkuit saat balapan bukanlah kesadaran utama para penggagas kompetisi ini. Amat kental unsur duit karena menggelar balapan di Asia pada malam hari berarti fans di belahan Eropa masih rela menungguinya di depan pesawat televisi lantaran masih masuk prime time.
"Sialnya", buat fans Asia hal itu malah kebalikan. Untuk tidak melewatkan seri pembuka nan spesial itu orang Indonesia, misalnya, sudah seperti akan menonton pertandingan sepakbola Liga Champions. Jika balapan dimulai jam 23.00 waktu setempat, berarti siaran langsung di Trans7 baru bisa dpelototi jam 3 subuh WIB.
Namun, tontotan ini akan terlalu sayang untuk dilewatkan. Selain karena membayangkannya saja tidaklah cukup, tentang cerita apa saja yang bisa tercipta dalam sebuah balapan malam, MotoGP Qatar juga sebuah pengibaran bendera hijau dari pertarungan yang lebih kompetitif.
Herve Poncharal, bos tim Yamaha Tech 3, misalnya, meramalkan akan ada lebih banyak pembalap yang bergantian naik podium teratas, dibandingkan tahun lalu yang hanya menghadirkan lima orang, yakni Casey Stoner, Valentino Rossi, Dani Pedrosa, Loris Capirossi, dan Chris Vermeulen.
Hal tersebut dikarenakan tingkat persaingan antarpabrikan dalam membesut motor-motornya, rivalitas ban Michelin-Bridgestone, serta komposisi pembalap kali ini dinilai lebih ketat.
Ducati dengan Desmosedici GP7-nya tahun lalu begitu kencang sekencang-kencangnya baik ketika menikung apalagi di trek lurus. Sukses mereka dalam mengantarkan Stoner menjadi juara dunia dan tim Italia itu pun meraih titel konstruktor untuk pertama kalinya, telah memicu perombakan general buat tim-tim lain, setelah musim lalu melakukan adaptasi pertama dari perubahan mesin 990cc ke 800cc.
Power pada akhirnya tetap menjadi faktor kunci utama performa motor, setelah sebelumnya banyak tim lebih fokus pada rideability. Dalam bahasa awam, kalah sedikit di tikungan bisa dibayar lebih banyak di trek lurus. Sebaliknya, kalaupun kecepatan di tikungan bisa terjaga tapi kalah kencang di trek lurus, hal tersebut bisa berkurang artinya.
Dari sisi ban, Michelin akan mencoba membalas kekalahan telak mereka dari Bridgestone di musim lalu. Dari sejumlah ujicoba, sejauh ini pertarungan tersebut berpotensi tidak timpang lagi.
Yang paling menarik tentu saja dari aspek pembalap. Dengan kehadiran beberapa rookie serta perpindahan beberapa pembalap, peta persaingan pun menjadi lebih menarik.
Tiga alumnus kelas 250cc naik kelas. Mereka adalah Jorge Lorenzo (Fiat Yamaha), Andrea Dovizioso (JiR Team Scot), dan Alex de Angelis (San Carlo Honda Gresini). Plus jebolan Superbike James Toseland, para rookie ini ternyata langsung menjanjikan penampilan yang oke di musim debutnya.
Dengan karakter motor yang lebih lincah saat melakukan gerakan di tikungan, alumnus 250cc sepertinya tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan kelas barunya itu.
Keempatnya menorehkan hasil impresif pada ujicoba pra-musim. Potensi ini terlihat pula di sesi latihan bebas dan kualifikasi menjelang balapan nanti malam. Lorenzo menjadi bintang karena selalu menempati urutan kedua di tiga free practice, serta langsung menyabet pole position untuk balapan pertamanya.
Di kalangan pembalap senior, Stoner akan menjadi incaran utama lawan-lawannya. Duet Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Nicky Hayden, diperkirakan akan lebih "buas" beraksi setelah dikecewakan motor Honda-nya musim lalu.
Sang juara dunia tujuh kali, Valentino Rossi, ditantang untuk melakukan hal teknis lebih dominan setelah musim lalu lebih sering menggerutu soal performa Michelin -- hal mana yang membuatnya beralih ke Bridgestone, walaupun tiga motor Yamaha lainnya tetap menggunakan Michelin.
Tantangan tersendiri dialami beberapa pembalap yang pindah tim. Marco Melandri, misalnya, masih berjuang keras untuk beradaptasi dengan Ducati setelah meninggalkan Honda. John Hopkins pun akan mempertaruhkan suksesnya tahun lalu bersama Suzuki dengan motor hijau-nya Kawasaki.
Semua cerita yang dinantikan itu bisa dilihat pada aksi pertama mereka menjelang subuh nanti, sampai penghujung Oktober mendatang dalam balapan yang digelar sebanyak 18 kali. Jadi, selamat mengikuti.
(a2s/a2s)











































