Sikap yang dimaksud adalah tidak adanya niatan Pedrosa memberi selamat atas apa yang diraihnya di seri Qatar dua minggu lalu saat menjadi runner up. Bahkan saat mengisi podium, kedua pembalap terlihat tidak bertegur sapa.
Lumrahnya, tiga juara akan saling mengucapkan selamat di atas podium, atau bahkan sebelum bergerak ke panggung juara. Namun Lorenzo mengaku tidak mendapat kehangatan itu dari Pedrosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya jadi dia --Dani Pedrosa--, saya pasti memberi selamat kepada pendatang baru yang finis kedua," sambungnya.
Dugaan awal, Pedrosa masih menyimpan kenangan persaingan panas di kelas 125 cc dan 250 cc. Kedua bahkan sempat saling tabrak untuk berebut posisi.
Namun, tak seperti Lorenzo, Pedrosa sepertinya memilih untuk menyimpan kenangan masa lalu itu dan membawanya ke level MotoGP. Lorenzo pun menilai Pedrosa tak seharusnya bersikap seperti itu.
"Saya berusaha untuk baik kepada semua, menjadi lelaki sejati dan jika memang ada orang yang lebih baik dari saya, maka ia pantas diberi selamat. Berat memang, tapi saya akan tetap menyelamatinya," tandasnya.
Apapun itu, tambah Lorenzo, rivalitas seperti itu hanya menjadi bumbu kompetisi. Yang terpenting adalah meraih yang terbaik di setiap seri dan memburu gelar juara dunia.
(ian/krs)











































