Menyandang predikat juara dunia baru di akhir musim 2007, Stoner mengawali balapan tahun ini dengan cemerlang. Ia langsung memenangi seri pembuka di Qatar.
Namun di dua seri berikutnya ia seperti kehilangan taji. Di Spanyol ia terlempar dari posisi 10a besar, kemudian hanya finish di urutan keenam di Portugal dua pekan lalu. Perhatian orang pun mulai beralih ke persaingan di antara Dani Pedrosa, Valentino Rossi, dan rookie Jorge Lorenzo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang seri keempat di Shanghai, Cina, akhir pekan ini, Stoner menyatakan ambisinya untuk memperbaiki performa. Ia merasa yakin bahwa perubahan beberapa setingan yang dilakukan tim Ducati saat ujicoba di Estoril bakal membuahkan hasil manis untuk dibawa ke Cina.
"Paket kami berjalan sangat baik di trek (Shanghai) ini tahun lalu. Tapi tak ada gunanya melihat masa lalu. Kita harus menatap ke depan untuk mengerahkan seluruh kemampuan kita saat ini," ungkap Stoner.
Pembalap Ducati lainnya, Marco Melandri, yang di awal kiprahnya di atas Desmosedici jauh dari memuaskan, juga berharap performanya mulai muncul. Pembalap Italia itu belum pernah finish di atas posisi 11 dari tiga seri yang telah tergelar tahun ini.
Tahun lalu Melandri mengakhiri balapan di Shanghai di urutan lima. Ia tentu ingin kepindahannya dari Honda ke Ducati tidak menjadi sebuah kemunduran prestasi dalam karirnya.
(a2s/krs)











































