Di Sirkuit Le Mans, Minggu (18/5/2008), Rossi merengkuh gelar keduanya sepanjang musim ini setelah menjadi pembalap pertama yang menyentuh garis finish. Atas hasil tersebut dia pun kini memuncaki klasemen pembalap dengan poin 97, unggul tiga angka atas Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa di posisi dua dan tiga.
Di samping dua keberhasilan tersebut, ada sukses lain yang ditorehkan Rossi. Menyelesaikan balapan di posisi terdepan di Le Mans merupakan gelar juara ke-90 Rossi sepanjang karirnya di seri Grand Prix.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisa memenangi balapan ke-90 sungguh fantastis dan bisa sejajar dengan Angel Nieto seperti mimpi. Itu balapan yang luar biasa buat saya," ungkap Rossi di AFP.
Seperti sudah menjadi tradisinya untuk melakukan selebrasi unik, perayaan khusus juga dibuat Rossi seusai balapan. Rossi yang ternyata mengundang Nieto datang ke Le Mans, kemudian berboncengan dengan pria Spanyol berusia 61 tahun itu untuk melakukan victory lap.
Sebuah bendera berwarna putih bertuliskan "90/90" menjadi pelengkap pesta Rossi saat dibawa mengelilingi lintasan. Sementara sang senior yang diminta menunggangi YZR-M1 sambil memboncenginya juga dibuatkan pakaian khusus berwarna hitam dengan tulisan "Bravo Valentino 90" di bagian punggung.
Soal penampilannya yang meyakinkan di sepanjang balapan, Rossi menyebut itu semua terjadi karena beberapa perubahan yang dilakukan teknisi Yamaha seusai sesi pemansan pagi hari. Terlepas dari suksesnya menyamai rekor Nieto, kemenangan di Le Mans juga menambah kepercayan diri Rossi untuk merengkuh kembali titel juara yang dua musim terakhir melayang dari genggamannya.
"Balapan yang hebat. Saya tidak berharap untuk bisa cepat, tapi kami membuat beberapa modifikasi pagi ini dan motornya bekerja dengan sangat baik. Ban juga memiliki daya cengkram yang luar biasa, jadi saat lintasan benar-benar kering saya bisa lebih cepat, saya bisa menjauhkan jarak dan mendapat keuntungan."
"Kami dalam kondisi bagus. Yamaha melakukan usaha maksimal selama penutupan musim lalu untuk mengubah segalanya," pungkas Rossi. (din/krs)











































