Rossi berturut-turut tampil sebagai yang terbaik di GP Cina di Shanghai, Prancis (Le Mans) dan terakhir menang di hadapan pendukungnya sendiri di GP Italia.
Pembalap berjuluk The Doctor itu kini nyaman duduk di puncak klasemen pembalap. Dengan nilai 122, Rossi memiliki surplus 12 poin di depan pembalap Honda, Dani Pedrosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Rossi tetap waspada. Baginya, Pedrosa tetap menjadi ancaman utama. "Jelas, menjadi juara dunia tetap tujuan utama saya. Tapi itu takkan mudah karena Pedrosa masih sangat dekat," ujar Rossi dikutip Autosport.
Rossi memang realistis. Dengan masih ada 12 seri yang harus dilakoni oleh para pengendara kuda besi itu, semua masih bisa terjadi. Keunggulan Rossi dapat dengan mudah berganti jadi ketertinggalan.
Saat dua kali kehilangan titel jawara dunia, banyak pihak menganggap Rossi tengah tidak beruntung karena menungganggi motor yang tidak kompetitif serta ban yang selalu bermasalah. Tapi hal serupa tidak lagi ditemuinya tahun ini. Yamaha dan Bridgestone terbukti mampu menyervis Rossi dengan paket terbaik.
"Dalam banyak hal, saya sedang merasa sangat enak. Yamaha saya juga bagus, dan bersama Bridgestone, kami berkembang di setiap balapan," ujar pembalap Italia berumur 29 tahun itu lagi.
(arp/arp)











































