Ternyata hal tersebut ada hubungannya dengan sang pemenang balapan, Valentino Rossi. Hampir sepanjang balapan Stoner dan Rossi terlibat pertarungan sengit. Keduanya saling melakukan manuver dan aksi salip-menyalip yang berakhir dengan melintirnya Stoner keluar trek, delapan lap menjelang akhir lomba.
Dengan tergelincirnya Stoner ke gravel trap, otomatis Rossi tak lagi memiliki lawan. Pembalap Italia itu pun dengan mudah memenangi lomba, sekaligus memutus dominasi Stoner yang berhasil meraih tiga kemenangan sebelum menyentuh Laguna Seca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, ada beberapa manuver yang tidak benar. Saya sedikit kecewa karena apabila saya melakukannya pasti saya akan terkena penalti," ujarnya seperti dilansir Autosport.
"Saya pernah menjalani balapan yang buruk sepanjang karir saya, beberapa di antaranya adalah balapan yang agresif, tapi tidak kotor. Bagi saya, hari ini (balapannya) terlalu berlebihan," tandasnya.
Meski demikian, penunggang Ducati Desmosedici ini mengakui bahwa insiden melintirnya ia ke gravel trap adalah salahnya sendiri. "Ketika saya melintir keluar lintasan, itu adalah kesalahan saya. Saya membuat kesalahan ketika saya mencoba menyalip lagi. Saya tak tahu apa yang terjadi, saya tak menyentuh rem depan saya. Pasirnya terlalu padat dan saya membuat kesalahan."
"itu sungguh memalukan karena balapan berjalan dengan menarik. Motor saya terasa sangat bagus dan kondisi (cuaca) semakin hangat. Walaupun, bagian belakang motor saya sering melintir," pungkasnya.
(roz/din)











































