DetikSport
Jumat 19 Mei 2017, 11:50 WIB

Momentum Harkitnas untuk Pulangkan Trofi Piala Sudirman

Femi Diah - detikSport
Momentum Harkitnas untuk Pulangkan Trofi Piala Sudirman Tontowi Ahmad saat pelepasan tim Sudirman di Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (6/5/2017). Foto: Humas PBSI
Jakarta - Setiap 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Skuat Indonesia merayakan dengan bertarung untuk membawa pulang trofi Piala Sudirman di Gold Coast.

Hari Kebangkitan Nasional tahun ini jatuh pada hari Sabtu. Di saat bersamaan para pebulutangkis Tanah Air bakal bertarung pada Piala Sudirman di Negara Kanguru.

Indonesia menurunkan 20 pemain terbaik yang dimiliki. Mohammad Ahsan akan memimpin teman-temannya bertarung untuk membawa pulang trofi yang sudah tak pernah pulang lagi sejak 1989 alias sudah 28 tahun Piala Sudirman belum kembali ke Indonesia.

Dengan momen Harkitnas 2017 ini diharapkan dapat menuntaskan kerinduan mendapatkan trofi Piala Sudirman lagi. Pasukan Merah Putih pun akan bertarung habis-habisan di Gold Coast mulai 21-28 Mei nanti.

"Ayo pulang sudirman jangan pergi2 terusss ,jangan kaya bang toyib ga pulang2." Begitu tulis Tontowi Ahmad dalam akun instagramnya sembari memegang telinga trofi bersepuh emas 22 karat itu bersama manajer tim Susy Susanti dan pemain ganda campuran lainnya, Praveen Jordan.

Tontowi menjadi salah satu pemain yang diturunkan meski tak bisa tampil bersama Liliyana Natsir. Butet--sapaan karib Liliyana Natsir--sedang masuk ruang perawatan karena cedera.

Langkah pertama akan dilalui Indonesia harus bertarung di fase grup dengan menghadapi India, pada 23 Mei. Di atas kertas Ahsan dkk. yang menjadi unggulan keenam lebih dijagokan untuk menang atas India sebagai unggulan kesembilan.

Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Denmark yang diunggulkan sebagai juara grup. Denmark akan tampil sebagai seeded kedua ajang bulutangkis beregu campuran itu.

Piala Sudirman pada kasta paling atas ini diikuti oleh 12 negara. Seluruh kontestan akan melewati fase grup lebih dulu dengan sistem round robin untuk memburu tiket babak perempatfinal.

Tim-tim juara akan diundi lagi untuk berjumpa dengan runner-up. Maka tak menutup kemungkinan jika nantinya tim juara akan berjumpa lagi dengan runner-up grup yang sama. Undian itu dilakukan untuk menghindari main sabun.

Sejauh ini China menjadi negara paling sukses dengan koleksi 10 kali juara. Korea Selatan mengikuti dengan tiga kali juara. Indonesia yang ketiga dengan baru sekali merasakan merengkuh trofi Piala Sudirman.



(fem/din)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed