DetikSport
Jumat 19 Mei 2017, 17:39 WIB

Piala Sudirman Sebagai Etalase Persatuan Indonesia Dalam Keberagaman

Mercy Raya - detikSport
Piala Sudirman Sebagai Etalase Persatuan Indonesia Dalam Keberagaman Timnas Indonesia ke Piala Sudirman 2017. Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tak membebani tim nasional bulutangkis di Piala Sudirman. Mereka berpesan agar Mohammad Ahsan dkk. mampu mengedepankan Indonesia sebagai negara yang bersatu dalam keberagaman.

Timnas bulutangkis Indonesia tengah dalam misi memburu trofi Piala Sudirman 2017 yang dimulai 21-28 Mei nanti. Istimewanya, satu misi itu diusung oleh timnas yang diisi para pemain yang berbeda klub, suku, dan agama.

Mereka bakal bertarung dengan 11 negara lain yang sama-sama mengincar trofi Piala Sudirman. Indonesia baru sekali membawa pulang trofi tersebut, yakni pada 1989.

[Baca Juga: Hati-Hati dengan Mind Game India, Indonesia!]

Nah, para arjuna dan srikandi bulutangkis itu mendapatkan suntikan motivasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Secara khusus dukungan itu akan disampaikan pada apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Halaman Gedung Kemenpora, Senayan, pada Senin (22/5/2017), pukul 07.30 WIB.

Tidak hanya pejabat Kemenpora, apel akan dihadiri para atlet dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Apel Harkitnas itu diharapkan bisa memunculkan rasa nasionalisme pada para atlet dan pemuda.

[Baca Juga: Piala Sudirman: Mendukung Timnas, Mengontrol Harapan]

"Kebetulan ada edaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) juga agar seluruh kementerian melakukan upacara Hari Kebangkitan Nasional. Nah, di Kemenpora tentu saja harus mengikuti, hanya saja ada satu yang berbeda. Di Kemenpora itu besok upacaranya dihadiri oleh sejumlah atlet dan OKP juga," kata Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta pada Jumat (19/5/2017).

"Sekarang ini kan suasana akhir-akhir ini dalam kegamangan, karena itu Bapak Menpora langsung perintah, tolong Sesmenpora segera kumpulkan perwakilan olahragawan bersama OKP untuk berkumpul dalam satu apel. Apel itu bukan kebulatan tekad, tapi mendorong mereka agar rasa nasionalisme muncul karena suasana sekarang kurang sekali," katanya.



Menyingung Piala Sudirman, Gatot mengatakan kalau para atlet dan pelatih serta federasi memang wajar dan sudah seharusnya menargetkan juara dan trofi. Namun, pada momen Harkitnas ini dia mengingatkan dalam sebuah kejuaraan para atlet bisa mennjukkan nasionalisme.

"Ya, kembali ke Piala Sudirman ya, ini kesempatan kami untuk kembali mendorong pada atlet dengan tidak semata-mata memberi bantuan, atau semata-mata menargetkan jadi juara. Tapi mendorong kepada mereka 'ini loh Indonesia'," kata Gatot.

"Belajar dari Piala AFF 2016, di mana saat itu berlangsung pada saat situasi bangsa ini tercabik-cabik. Tapi saat timnas sudah bermain dalam Piala AFF, seakan-akan itu bisa dilupakan. Makanya, Piala Sudirman ini menjadi kesempatan, menjadi momentum, yang tepat untuk membangkitkan lagi semangat Harkitnas.

"Kami optimistis bisa membawa Piala nanti, insya Allah. Yang lebih penting, tunjukkan bahwa mereka bisa merekatkan nasionalisme itu," ujar dia.


(mcy/fem)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed