DetikSport
Kamis 14 September 2017, 15:35 WIB

PBSI Siapkan Fasilitas Spesial untuk Negara-Negara Ini Jelang Kejuaraan Dunia

Mercy Raya - detikSport
PBSI Siapkan Fasilitas Spesial untuk Negara-Negara Ini Jelang Kejuaraan Dunia Achmad Budiharto, sekjend PP PBSI (Femi Diah/detikSport)
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan fasilitas spesial kepada beberapa negara menjelang Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis. Mereka berhak mengikuti training camp di Magelang.

Indonesia kembali dipercaya sebagai taunr umah Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis setelah 25 tahun. Ajang beregu dan perorangan untuk para pebulutangkis dengan usia di bawah 19 tahun itu dihelat 9-21 Oktober di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

Ketua panitia penyelenggara Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis, Achmad Budiharto, mengatakan akan mengadakan training camp khusus bagi negara-negara yang bulutangkisnya tengah berkembang. Training camp dilakukan di Magelang, Jawa Tengah mulai 23 September sampai 5 Oktober 2017.

[Baca Juga: Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2017]

"Tujuannya, untuk negara- negara yang bulutangkisnya tengah berkembang. Jadi, mereka bisa menimba ilmu sebelum turun ke kejuaraan," kata Budi, sapaan karib Achmad Budiharto, kepada pewarta.

Rencana itu direspons positif. Ghana, Brasil, dan Australia bakal mengikuti.

Agar Bulutangkis Awet di Olimpiade

"Kami lebih menyasar kepada negaranya. Karena, semakin banyak negara bulutangkis maka kedudukan olahraga di Olympic bakal lebih kuat, justru kalau sedikit lebih rawan. Karenanya kami ingin membuka kesempatan untuk negara-negara yang ingin lebih mengembangkan bulutangkisnya untuk ikut training camp ini," Budi menjelaskan.

Training camp itu didukung oleh PB Djarum Kudus dengan menyediakan dana dan pelatih. Di antaranya, Christian Hadinata dan Basri Yusuf.

[Baca Juga: Dengan Rp 5 Miliar, PBSI Bertekad Pecahkan Rekor di Yogyakarta]

"Yang utama kami fasilitasi tempat latihan dan para pelatihnya. Tapi tak menutup ada beberapa negara dengan segala keterbatasannya sehingga kami (Djarum Foundation) membantu dalam menyubsidi transportasi dan akomodasinya," kata Budi.

"Kami ingin bulutangkis berkembang melalui training camp ini. Karena jika mereka sudah jauh-jauh datang ke Yogayakarta lalu kalah akan sayang. Makanya, ada training camp sehingga mereka pulang bisa mencapat sesuatu," Budi menerangkan.

Selain training camp, panpel juga menyiapkan klinik kepalatihan yang bersamaan dengan kejuaraan dunia perorangan. Kemudian acara culture day di Candi Prambanan.

"Jadi, selain para atlet diajak untuk menikmati candi, ada acara yang sifatnya murni tradisi dan ke-Indonesiaannya seperti membatik," ucap dia.



(mcy/fem)

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed